Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
Zohran Mamdani (Foto: Instagram @zohrankmamdani)
DREAM.CO.ID - Zohran Mamdani terpilih menjadi Wali Kota New York, Amerika Serikat dan mencatat sejarah sebagai wali kota Muslim pertama di kota tersebut.
Kandidat dari partai Demokrat Zohran Mamdani itu terpilih pada Selasa, 4 November 2025, sebagai wali kota ke-111 New York, mengalahkan mantan gubernur Andrew Cuomo dan kandidat Partai Republik Curtis Sliwa.
Politikus berusia 34 tahun itu, yang juga seorang demokrat sosialis dan anggota dewan negara bagian dari Queens, meraih kemenangan dengan lebih dari 50% suara. Cuomo (67 tahun) berada di posisi kedua dengan lebih dari 40%, sementara kandidat Republik Curtis Sliwa memperoleh sekitar 7% suara.
Kemenangannya diumumkan oleh Associated Press. Selain menjadi wali kota Muslim pertama New York, Mamdani juga adalah wali kota keturunan Asia Selatan pertama serta wali kota termuda dalam lebih dari satu abad.
Melansir The Guardian, Mamdani meluncurkan kampanyenya pada musim gugur tahun lalu, ia masih relatif tidak dikenal sebagai anggota dewan negara bagian.
Namun pesannya yang berfokus pada keterjangkauan hidup serta gaya kampanye yang enerjik cepat menarik perhatian dan mendapat dukungan dari ribuan warga New York.
Platform kampanyenya menyerukan pembekuan sewa pada unit yang distabilkan, pembangunan lebih banyak perumahan terjangkau, kenaikan upah minimum menjadi 30 dolar per jam, transportasi bus gratis, serta peningkatan pajak bagi warga kota terkaya, dan lainnya.
Kampanye Mamdani mendapat dukungan dari kalangan progresif nasional dan tokoh-tokoh penting New York. Namun Mamdani juga memperoleh kritikan saat kampanye.
![]()
Sepanjang kampanye, Mamdani menghadapi serangan dan kritik mengenai usianya, pengalamannya, serta agenda progresifnya.
Ia juga dikritik, termasuk oleh Cuomo, karena kritiknya terhadap pemerintah Israel, aksi militer Israel di Gaza, serta dukungannya terhadap hak-hak Palestina, yang membuat hubungannya rumit dengan sebagian kelompok Yahudi.
Ia menjadi sasaran serangan Islamofobia di media sosial dan kalangan politik konservatif, termasuk dari anggota kongres Republik Elise Stefanik, sekutu Trump, yang menyebut Mamdani sebagai “ kandidat jihadis untuk wali kota.”
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya