Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Ulama senior Arab Saudi dan anggota Dewan Cendekiawan Senior, Sheikh Abdullah Al Mutlaq, mengatakan bahwa Muslimah harus berpakaian sopan namun tak diharuskan mengenakan abaya.
Pernyataan itu disiarankan melalui acara Friday Studio di stasiun radio Neda Al-Islam pada Jumat, 9 Februari 2018. Friday Studio merupakan acara dakwah Islam mingguan yang membahas ajaran Islam dan menjawab berbagai pertanyaan dari pendengar.
"Lebih dari 90 persen wanita Muslim sholeha di dunia Muslim tidak memakai abaya," kata Sheikh Mutlaq, dilaporkan Arab News, Senin 12 Februari 2018 "Jadi kita seharusnya tidak memaksa orang untuk memakai abaya."
Meski belum tentu ada perubahan dalam aturan yang berlaku, pernyataan itu muncul dari ulama senior yang banyak diikuti. Pernyataan itu dianggap mengikuti pola kebebasan di Arab Saudi yang kini diperjuangkan Putra Mahkota Pangeran Mohammad bin Salman.
Di Arab Saudi, hanya ulama tertentu yang ditunjuk pemerintah dan tergabung dalam Majelis Ulama Senior yang diizinkan fatwa. Keputusan atas fatwa inilah yang akan menjadi landasan sistem hukum Arab Saudi.
Kondisi penggunaan hijab di kalangan perempuan Arab Saudi saat ini telah `berwarna` dalam beberapa tahun terakhir. Warna-warna biru dan merah muda kerap digunakan dibanding warna hitam.
Selain itu, perempuan yang menggunakan rok panjang atau celana jin juga menjadi lebih umum di beberapa bagian negara ini.
Tren ini menandai perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2016, seorang wanita Saudi ditahan karena membuka abayanya di jalan utama di ibu kota Riyadh. Media lokal melaporkan bahwa dia ditahan setelah sebuah pengaduan diajukan ke polisi agama.
Saat ini, kerajaan Arab Saudi telah melihat perluasan hak-hak perempuan baru-baru ini, seperti keputusan untuk memungkinkan perempuan menghadiri acara olah raga campuran dan pengumuman bahwa Arab Saudi memberi hak perempuan untuk mengemudi.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?