Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Achmad Yurianto
Dream - Data terkait korban dan penularan Covid-19 kembali diperbarui hari ini, Minggu 10 Mei 2020 oleh Achmad Yurianto, juru bicara pemerintah untuk penanganan Corona Covid-19. Ia menuturkan jumlah pasien meninggal karena Covid-19 hingga Minggu 10 Mei 2020 bertambah 14 orang.
Dengan demikian, totalnya mencapai 973 orang. " Hari ini jumlah yang meninggal sebanyak 14 orang, sehingga total jumlah meninggal sebanyak 973 orang," ujar Yurianto melalui konferensi pers di Gedung BNPB Jakarta Timur, Minggu, 10 Mei 2020.
Sementara untuk penambahan kasus positif, hari ini ada 387 orang sehingga total menjadi 14.032 orang. Yuri mengatakan, dari total kasus tersebut, jumlah pasien sembuh dari infeksi Corona sebanyak 2.698 orang.
Semua data pasien Corona Covid-19 tersebut dikumpulkan dari pukul 12.00 WIB, Sabtu 9 Mei hingga pukul 12.00 WIB, Minggu, 10 Mei 2020. Yurianto pun kembali mengingatkan kepada semua masyarakat untuk menjaga jarak, lebih dari 2 meter, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, dan tetap produktif selama di rumah.
Sebelumnya, Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan, saat ini ada tiga jenis tes untuk mendeteksi virus Corona atau Covid-19 di Indonesia.
Pertama adalah tes menggunakan Real Time - Polymerase Cgain Reaction (RT-PCR). Tes ini memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang cukup tinggi bahkan hampir 95 persen.
" RT PCR inilah yang dipakai di seluruh dunia untuk memastikan apabila sampel berupa swabnya diambil dari hidung atau tenggorokan, itu bisa dites dan menunjukkan positif atau negatif terhadap virus SarsCov 2 ini," kata Wiku di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Selasa (5/5/2020).
Tes kedua yakni Tes Cepat Molekuler (TCM). Tes ini menggunakan sebuah relatif yang begitu cepat yang dilakukan secara molekuler dan memunyai sensitifitas sekitar 95 persen.

" TCM, tes cepat molekuler, menggunakan sebuah yang relatif cepat, dilakukan secara molekuler, dan ini memiliki sensitivitas dan spesifisitas cukup tinggi sekitar 95 persen," kata Wiku.
Kendati hampir sama dengan RT-PCR untuk mendeteksi Corona, TCM dinilai lebih cepat. Pasalnya, tes RT-PCR harus memerlukan reagen dan sampel.
" Kalau yang RT PCR tadi sering disebut sebagai open system jadi sistemnya terbuka, memerlukan reagen dan sampel, dan bisa di lakukan tes dengan relatif cepat beberapa jam sudah bisa ketemu hasilnya," kata Wiku.
Sumber: Liputan6.com
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

