Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Warga Memancing Ikan Araipama Di Perairan Sungai Brantas (Foto: Facebook Riska Darmawanti)
Dream - Seorang pengguna media sosial mengaku telah `membuang` 70 ikan araipama (Araipama gigas) miliknya ke Sungai Brantas, Mojokerto, Senin, 25 Juni 2018. Kabar itu membuat komunitas pemerhati kehidupan air dan warganet berang.
Dikutip dari grup Facebook Wild Water Indonesia: Stop Setrum, Racun & Bom Ikan, kemarahan para anggota grup muncul karena ikan arapaima tergolong Spesies Asing Invasif (SAI).
Kabar itu segera ditanggapi Koordinator Indonesia Water Community of Practice, Riska Darmawanti di dinding Facebook pribadinya. Riska menyebut, para penghobi ikan eksotis dimita mengecek kembali jenis ikan yang dirawatnya.
"Kalau bosan, goreng saja jangan dilepas. Jadilah pemilik yang bertanggung jawab!" tulis Riska.
Riska menyebut usai dilepaskan pemiliknya, terdapat laporan tertangkapnya 2 ikan araipama ukuran sekitar 1,5 meter dengan berat 23-25 kilogram di Sungai Brantas.
"Ikan invasif yang memakan ikan dan burung air, tidak punya predator menghabiskan ikan endemik," tulis dia.
Berdasarkan penelusuran Dream, pemilik yang melepaskan puluhan araipama itu beralamat di akun Instagram @angelrtanzil.
Dalam unggahan Intagram penghobi ikan hias dan eksotis, @nakamaaquatics, si pemilik ikan sempat bertanya kepada warganet undang-undang melepaskan SAI ke perairan.
© Dream
"Ada undang-undangnya ndak? Semuanya pada protes predator pada dibuang, ada undang-undangnya?" kata perempuan berbaju merah.
A post shared by Nakama Aquatics â� Ikan & Kura2 (@nakamaaquatics) on
Selang ramai diperbincangkan, akun @angelrtanzil itu kosong dan dikunci.
Aturan mengenai larangan melepas atau membuang ikan jenis predator ke perairan terbuka Indonesia salah satunya diatur dalam pasal 12 Undang Undang Nomor 45 Tahun 2009 perubahan atas Undang Undang Nomor 31 Tahun 2004.
© Dream
Kabar pelepasliaran ikan eksotis yang asalnya dari sungai Amazon itu akhirnya terbukti.
Warga desa Lengkong, Mojo Anyar, Mojokerto, Jawa Timur belum lama ini menangkat seekor ikan tak biasa di aliran Sungai Brantas. Ikan tersebut terlihat besar dan sulit diangkat.
Dengan menggunakan tenaga dari tiga orang warga sekitar, ikan itu akhirnya berhasil diangkat setelah tertangkap menggunakan jala.
Seperti ditayangkan Liputan6SCTV, Selasa, 25 Juni 2018, ikan tersebut memiliki panjang 157 sentimeter dan bobot 30 kilogram. Ikan tersebut diketahui berjenis Arapaima dan bukan spesies asli ikan Sungai Kali Brantas.
Sayangnya, ikan ini kemudian melemah dan akhirnya mati.
Advertisement

Memahami Apa Itu MSCI dan Dampak Klasifikasi Indonesia Sebagai Standalone Market

Danantara Itu Apa Sih? Kenali Superholding dan Negara yang Sudah Duluan Mencobanya


Shopee 11.11 Big sale Hadir dengan Beragam Keseruan, Ini 5 Cara Menikmatinya


Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?
