Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Para Perempuan Saudi Bersiap Mengemudi (Foto: Arab News)
Dream - Minggu, 24 Juni 2018 menjadi hari istimewa bagi para perempuan Arab Saudi. Pada hari itu, perempuan Saudi secara resmi diizinkan mengendarai mobil di jalanan.
Para perempuan mulai terlihat membanjiri jalanan sejak Minggu malam hingga pagi harinya. Banyak hotel menawarkan promo kamar dan sajian bagi para pengemudi yang datang pertama kali dengan mobilnya.
Kementerian Transportasi Arab Saudi bahkan membuat baliho bertuliskan,"Saudariku tercinta, kami berharap berhati-hatilah selalu."
Juru bicara Keamanan Umum Kerajaan Arab Saudi, Kolonel Sami Al Shwairkh, mengatakan, para perempuan memang diizinkan ketika jam menunjukkan pukul 12.00 pagi.
"Padaa pukul 12.00 pagi, pelaksanaan perintah Mahkamah Agung untuk memungkinkan perempuan untuk mengemudi dan pelaksanaan peraturan lalu lintas untuk pria dan wanita secara resmi berlaku," kata Al Shwairkh, diakses dari Arab News, Senin, 25 Juni 2018.
“Status keamanan dan lalu lintas di semua jalan dan wilayah di sekitar Kerajaan dilaporkan normal. Belum ada catatan dari pemantauan kejadian yang tidak biasa di jalan di seluruh Saudi.”
Para perempuan secara antusias menyemangati sesama perempuan untuk dapat mengemudi. Anggota Dewan Shoura Saudi, Lina Almaeena mengatakan, merasakan berbeda ketika dapat mengendarai mobil di jalanan.
"Saya merasa bangga, saya merasa bermartabat dan saya merasa terbebaskan," kata dia.
Meski begitu, Almaeena berharap semua perempuan yang mengemudi dapat mengikuti peraturan lalu lintas dan menjaga keselamatan jalan.
“Apa yang membuat saya cemas yaitu kesalahan dari banyak pengemudi pria. Sayangnya, mereka tidak disiplin seperti seharusnya. Hal-hal sederhana seperti mengubah jalur dan menggunakan sinyal Anda - ini membuat saya cemas,” ujar Lina.
Ketua patologi klinis di Raja Fahad Medical City Riyadh, Soha Tashkandi, merasakan yang beda saat pertama kali berkendara di negaranya sendiri.
“Ini adalah malam yang tak terlupakan, bukan hanya karena saya berkendara di Saudi, tetapi karena putri saya yang berusia 18 tahun ada di samping saya. Dia juga punya kesempatan mengemudi,” ujar Soha.
(Sah)
Advertisement

Memahami Apa Itu MSCI dan Dampak Klasifikasi Indonesia Sebagai Standalone Market

Danantara Itu Apa Sih? Kenali Superholding dan Negara yang Sudah Duluan Mencobanya


Shopee 11.11 Big sale Hadir dengan Beragam Keseruan, Ini 5 Cara Menikmatinya


Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?
