Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Swab Test (Foto: Liputan6)
Dream - Baru-baru ini media sosial, baik di Facebook maupun Twitter, heboh oleh kabar tentang swab test Covid-19 yang dapat merusak otak. Kabar tersebut pertama kali beredar pada Kamis pagi, 23 Juli 2020.
Salah satu pengguna Twitter yang membicarakan swab tes Covid-19 dapat merusak otak yakni pemilik akun @chunggincorn. Berikut unggahannya:
" Kabar buruk: test usap hidung yang tajam sudah menusuk otak saya dan secara efektif membuat saya melakukan lobotomi."
Sementara di Facebook, salah satu akun yang membicarakan masalah ini adalah Samata Goa. Dia mengunggah sebuah foto yang menggambarkan swab test covid-19 bisa merusak otak.
Berikut unggahannya:

Lalu, benarkah swab test covid-19 bisa merusak otak, seperti yang sedang ramai dibicarakan di media sosial? Berikut penelusuran fakta yang dilakukan Cek Fakta Liputan6.com.
Tim Cek Fakta Liputan6.com mencari kebenaran kabar tersebut. Tim menggunakan mesin pencari Google dengan memasukan kata kunci: Swabs test Covid-19. Dari kata kunci itu, tim menemukan banyak artikel tentang swab Covid-19 dari media kredibel, baik nasional maupun luar negeri.
Kemudian, Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan artikel di BBC dengan judul: 'Coronavirus tests: Swabs don't damage the brain and other claims fact-checked'. Artikel itu diunggah BBC pada 18 Juli 2020.
Artikel tersebut menyebut swab test Covid-19 tidak bisa merusak otak. " Otak memiliki banyak lapisan perlindungan. Pertama dan yang paling jelas adalah tengkorak yang melindunginya. Otak juga terbungkus dalam membran pelindung," begitu bunyi penjelasan dari BBC.
BBC juga mengambil penjelasan dari Dr Liz Coulthard, anggota komite British Neuroscience Association (BNA). Dia juga menyebut kalau swab test Covid-19 sangat aman dilakukan.
" Swab test tidak bisa mencapai penghalang darah otak tanpa kekuatan yang besar. Sebab, masih ada beberapa lapisan jaringan dan tulang. Kami juga belum menemukan adanya kasus dari swab test dalam praktik neurologi kami," katanya.
Tim Cek Fakta Liputan6.com juga mencari sumber lain, yakni dari AFP dengan judul: 'Health experts say COVID-19 swab tests are safe and do not damage the blood-brain barrier'. Artikel ini dipublikasikan pada 13 Juli 2020.
AFP dalam artikelnya juga mengatakan kalau swab test Covid-19 sangat aman. Dalam penjelasannya, AFP mengambil pernyataan dari John Dwyer, seorang ahli imunologi dan Profesor Emeritus di Universitas New South Wales.
" Tes usap tidak ditempatkan pada penghalang darah otak dan tidak membahayakan otak. Dengan demikian tidak menimbulkan ancaman bagi sistem saraf kita," katanya kepada AFP dalam email yang dia kirimkan pada 10 Juli lalu.
Kabar yang menyebut swab tes covid-19 dapat membahayakan otak adalah hoaks. Faktanya, otak masih punya banyak lapisan untuk melindunginya. Swab test covid-19 juga sangat aman dilakukan.
Sumber: Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya