Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek (batik Merah) Saat Diskusi Mengenai Vaksin (Foto: Dream.co.id/Gladys Velonia)
Dream - Hoaks mengenai diharamkannya penggunaan vaksin merebak di media sosial. Kabar itu membuat Menteri Kesehatan Nila Moeloek angkat bicara.
Nila mengatakan masyarakat tidak perlu takut dengan penggunaan vaksi.
"Isu-isu yang beredar tentang vaksin, terutama vaksin difteri itu salah. Di 2017, difteri masuk ke dalam KLB (Kejadian Luar Biasa) karena menelan 44 kasus meninggal dari total kasus 954," kata Nila di Kominfo, Jakarta Pusat, Jumat, 22 Januari 2018.
Vaksin, kata Nila, perlu dilakukan guna mencegah tubuh terkena penyakit. Meski demikian, Nila mengakui setiap vaksin memiliki efek samping seperti demam, yang merupakan reaksi wajar ketika tubuh dimasukkan benda asing.
"Masyarakat bilang kalau disuntik vaksin panas. Ya kalau disuntik vaksin ya memang begitu. Ini kita lawan kuman loh, kuman aja bisa bikin meninggal," ujar Nila.
Agar wabah difteri tak kembali merebak di 2018, pemerintah mengalokasikan anggaran khusus untuk Outbreak Response Immunization (ORI) di 170 kabupaten di 30 provinsi.
"Setiap daerah di Indonesia diperiksa terus terkait statusnya terhadap difteri. Vaksin yang digunakan dalam ORI ini buatan Bio Farma, produk dalam negeri. Harga jauh lebih murah dari impor," kata Nila.
Nila mengatakan pemilihan vaksin dari Bio Farma dilakukan karena perusahaan BUMN itu telah dipercaya sebagai perusahaan obat nomor empat dunia dan telah mengekspor produknya ke 136 negara. Sebanyak 50 diantaranya merupakan negara mayoritas muslim.
"Kalau vaksin ini berbahaya, tidak mungkin 136 negara menggunakannya. Kalau vaksin ini tidak halal, tidak mungkin negara muslim menggunakannya. Yang jelas, di tahun ini, akan kita usahakan untuk mendapat sertifikasi halal dari MUI," kata Nila.
(Sah)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?