Waketum DMI Dorong Pemuda Islam Berantas Buta Aksara Alquran

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 28 Februari 2021 06:01
Waketum DMI Dorong Pemuda Islam Berantas Buta Aksara Alquran
Tantangan umat Islam ke depan semakin besar.

Dream - Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia, Komjen (Purn) Syafruddin Kambo, mendorong kaum muda Islam, khususnya Pemuda Hidayatullah, gigih berjuang memajukan agama dan bangsa. Juga selalu menjadi agen perubahan guna mencerdaskan bangsa.

" Saya berharap perjuangan terus dilakukan, bahu membahu, harus bersatu dan paralel dengan visi bangsa untuk mencerdaskan kehidupan," ujar Syafruddin, melalui keterangan tertulis diterima Dream.

Syafruddin juga mendorong kaum muda Islam turut serta dalam upaya pemberantasan buta aksara Alquran. Dari hasil riset yang dia baca setahun lalu, Syafruddin mengatakan umat Islam Indonesia diperkirakan mencapai 220 juta jiwa tetapi yang memahami betul ajaran Islam hanya sekitar 20 persen.

" Ini sangat memprihatinkan. Kali 20 persen dari 220 juta, berarti hanya 44,4 juta orang Islam yang memahami Islam. Sisanya masih buta aksara Islam," kata Syafruddin.

 

1 dari 2 halaman

Gambaran Global Islam

Di sisi lain, Syafruddin mengungkapkan kondisi Islam secara global yang menunjukkan perkembangan membanggakan. Dia berharap perkembangan tersebut bisa sejalan dengan kemajuan Islam.

" Terakhir kita mendapatkan data bahwa di benua Eropa perkembangan Islam sangat maju. Sekarang diperkirakan datanya sudah 26 persen penduduk Eropa beragama Islam," kata dia.

Angka 26 persen itu, kata Syafruddin, merupakan prosentase masing-masing negara. Jika diakumulasikan, diperkirakan 10 atau 15 tahun yang akan datang, umat Islam di Eropa sudah mencapai 50 persen dari total penduduk Benua Biru.

" Perkembangan Islam secara individu atau personel umat Islam di Eropa bagus secara kualitas. Sementara kita mayoritas beragama Islam tapi kualitas tidak. Inilah tantangan besar bagi pemuda, bahwa tahun 2030 ke atas atau 10 tahun kurang dari sekarang, penyebaran Islam di muka bumi ini semakin besar dan semakin luas dan diperkirakan umat Islam menjadi agama yang terbesar di dunia," imbuhnya.

 

2 dari 2 halaman

Buta Aksara Alquran

Realitas tersebut menurut Syafruddin merupakan kegembiraan sekaligus tantangan khususnya bagi pemuda. Sebab para pemuda yang akan menggeluti kehidupan masa depan.

" Kita harus terus paralel supaya kita tidak terus menjadi bangsa pengekor. Setiap kemajuan suatu bangsa, kita selalu mengekor. Ke depan, kita harus menjadi bangsa leader dan menjadi pemimpin di segala bidang," ungkapnya.

Indonesia memiliki peluang menjadi negara leader karena memiliki modal sebagai bangsa yang berpenduduk mayoritas Islam di dunia. Hal itu akan tercapai apabila pencerdasan kehidupan bangsa terus dilakukan, utamanya dalam pemberantasan buta aksara Alquran.

Karenanya, Syafruddin mengapresiasi gelaran TOT nasional Pemuda Hidayatullah ini dalam rangka melahirkan guru-guru Alquran dan instruktur kepemimpinan dalam mengembangkan kapasitas kaum muda Indonesia. Pihaknya pun membuka pintu sinergi seluas-luasnya.

" Mengapresiasi kehadiran majelis majelis Quran Hidayatullah. Kalau memang belum ada tempatnya, kita punya 800 ribu lebih masjid di seluruh Indonesia. Hidayatullah bisa menggunakan seluruh masjid menjadi rumah Quran. Ini dorongan sekaligus semangat dari pengurus DMI," imbuh Syafruddin.

Beri Komentar