Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sedotan Stainless Dianggap Membahayakan Keselamatan. (Foto: Pixabay / Etsy)
Dream - Dalam upaya untuk menyelamatkan lingkungan, banyak negara di dunia telah menetapkan larangan penggunaan sedotan plastik. Sebagai gantinya, sekarang banyak yang menggunakan sedotan stainless bahkan menjadi tren baru.
Menggunakan sebuah benda berbahan padat dan keras tentu memerlukan kehati-hatian. Meski terlihat kecil karena sebesar sedotan, bukan berarti tak ada potensi bahaya di dalamnya.
Pengalaman mengerikan inilah yang dialami seorang wanita paruh baya di Inggris.
Diketahui wanita itu bernama Elena Struthers-Gardner. Dia suka membawa gelas yang dilengkapi tutup dan sedotan stainless.
Malang saat menggunakan perkakas makan itu, Elena tidak sengaja terjatuh. Akibatnya sungguh mengenaskan.
Elena meninggal dunia setelah sedotan stainless menusuk bagian vital tubuhnya saat dia terjatuh.
Kejadian nahas itu terjadi pada 22 November 2018 lalu. Elena diketahui sedang membawa gelas mason yang dilengkapi tutup dan sedotan stainless.
Entah bagaimana awalnya, wanita dari Broadstone itu tiba-tiba terjatuh. Sedotan stainless sepanjang 25 sentimeter itu menusuk bagian tubuhnya.
Insiden itu mengenaskan karena sedotan menembus bagian otak Elena dan mengakibatkan luka sangat parah, lapor CNA.
" Gelas dan tutup masih utuh tergeletak di lantai. Saya kemudian menghubungi petugas medis," kata Mandy Struthers-Gardner.
Mandy kemudian mendapat arahan dari dari petugas medis yang dihubunginya untuk membalikan tubuh Elena.
Mandy terkejut saat melihat kondisi Elena yang tertusuk sedotan stainless tersebut.
Tubuh Elena pun dibawa ambulans ke rumah sakit. Namun dia dinyatakan meninggal keesokan harinya akibat cedera otak traumatik.
Elena adalah mantan joki. Dia menderita gangguan mobilitas setelah mengalami kecelakaan saat berkuda di usia 21 tahun.
Kecelakaan itu juga menyebabkan beberapa tulang belakangnya mengalami patah. Kondisi ini membuat Elena rentan untuk jatuh tanpa sebab secara tiba-tiba.
Mengenai kecelakaan yang merenggut nyawa Elena, Mandy menyayangkan penggunaan sedotan stainless.
Menurutnya, sedotan stainless itu terlalu panjang dan sangat kuat. Hingga membahayakan orang seperti Elena, anak kecil, bahkan orang sehat sekalipun.
Asisten koroner Brendan Allen setuju dengan pendapat Mandy. Dia percaya bahwa insiden maut itu bisa dihindari jika sedotan stainless tidak digunakan.
" Meskipun tadi tidak merenggut nyawanya, tetap saja sangat berbahaya. Menurut saya, sedotan stainless tidak boleh digunakan pada gelas dengan tutup," kata Allen.
Menurut Allen, masalah utamanya terletak pada sedotan stainless yang melekat pada tutup gelas.
" Jika saja tutupnya tidak ada, maka saat dia jatuh, sedotan tersebut akan bergeser atau lepas," pungkas Allen.
(Sah, Sumber: World of Buzz)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya