Jurnalis yang Meliput Bima Arya Diminta Cek Kesehatan

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 20 Maret 2020 12:01
Jurnalis yang Meliput Bima Arya Diminta Cek Kesehatan
Diketahui Bima Arya sempat menggelar konferensi pers usai pulang dari luar negeri.

Dream - Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, meminta sejumlah awak media yang hadir dalam konferensi pers Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, untuk cek kesehatan. Ini mengingat Bima telah dinyatakan positif terjangkit virus corona.

" Secara teknis, saya sudah minta ke bawahan saya agar mengkoordinasikan nama-nama teman-teman wartawan untuk dikonsultasikan dengan Dinkes," ujar Dedie.

Bima Arya menggelar konferensi pers pada Selasa pagi, 17 Maret 2020 usai tiba dari kunjungan luar negeri pada Senin malam, 16 Maret 2020. Konferensi pers tersebut digelar di kediaman Bima di Bogor Timur.

" Semua waspada, semoga tidak ada penularan ke teman-teman," kata Dedie.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, mengatakan ada empat pejabat pemkot yang mendampingi Bima kunjungan ke Azerbaijan dan Turki. Selain Bima, satu pejabat dinyatakan positif sementara tiga lainnya negatif.

" Pak Wali mengimbau kepada warga Kota Bogor dan publik secara luas terus waspada. Pak Wali dan satu orang yang positif kini sudah penanganan masa isolasi di RSUD Kota Bogor," kata Sri Nowo.

Sumber: Merdeka.com/Rasyid Ali

1 dari 5 halaman

Wali Kota Bogor Bima Arya Positif Terinfeksi Virus Corona

Dream - Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, dinyatakan positif terjangkiti virus corona. Hal ini berdasarkan hasil pemeriksaan SWAB yang dijalankan RS Bogor Senior Hospital.

" Pada hari Kamis sore, kemarin tanggal 19 Maret 2020, Wali Kota Bogor Bima Arya telah menerima hasil tes SWAB yang menunjukkan positif Covid-19," ujar Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, melalui keterangan tertulis, Jumat 20 Maret 2020.

Sri Nowo mengatakan berbagai protokol pencegahan Covid-19 sudah diterapkan kepada Bima dan jajaran Pemerintah Kota Bogor sejak mereka tiba dari luar negeri pada Senin malam, 16 Maret 2020. Seperti pengawasan ketat pada Orang Dalam Pemantauan (ODP), juga tes untuk memantau kemungkinan tertular.

" Selain Wali Kota Bogor, hasil tes juga menyatakan salah satu pejabat pemkot lain juga positif Covid-19, sedangkan tiga anggota rombongan yang lain dinyatakan negatif," kata Sri Nowo.

 

2 dari 5 halaman

Jalani Isolasi

Usai dinyatakan positif, Bima dan pejabat yang dimaksud diisolasi di RSUD Kota Bogor terhitung sejak Kamis malam hingga 14 hari ke depan. Bima menjalani perawatan intensif sepenuhnya di RSUD tersebut.

" RSUD Bogor memang sejak jauh-jauh hari mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk mengantisipasi wabah Covid-19 di Kota Bogor," ucap dia.

Selanjutnya, Sri Nowo menjelaskan Bima sudah melaporkan kondisinya kepada Gubernur Jawa Barat, Menteri Sekretaris Negara, dan Menteri Dalam Negeri. Bima meminta masyarakat untuk terus waspada, menjaga kesehatan dan selalu berhati-hati.

" Pelaksanaan pemerintahan kota akan berjalan seperti biasanya, di bawah koordinasi Wakil Wali Kota, untuk menjalankan tugas-tugas pemerintahan, dengan tetap fokus pada penanganan dan pencegahan pandemi virus corona lebih luas," terang Sri Nowo.

3 dari 5 halaman

Wali Kota Bogor, Bima Arya Jalani Karantina Virus Corona

Dream - Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, resmi menjalani karantina mulai Selasa, 17 Maret 2020. Bima mengikuti instruksi dari Kementerian Kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona.

" Saya ikuti instruksi dari Kemenkes dan Dinkes walaupun sampai saat ini tidak ada gejala, saya sehat," ujar Bima, dikutip dari Merdeka.com.

Bima mengaku sempat menjalani pemeriksaan suhu tubuh begitu mendarat di Indonesia. Hasil pemeriksaan menyatakan Bima dalam keadaan normal.

" Tapi untuk antisipasi tetap saya harus dipantau," kata Bima.

Selama 14 hari ke depan, Bima melaksanakan tugas dari rumahnya. Dia terus memonitor kondisi Kota Bogor dan memberikan arahan kepada dinas, camat hingga lurah melalui teleconference.

" Pak Gubernur sebetulnya meminita saya untuk ikut proaktif tes yang hasilnya bisa diketahui dalam 5-6 jam tanpa harus menunggu 14 hari. Jadi kalau hasil sudah ada, saya bisa turun lagi ke lapangan," kata dia.

 

4 dari 5 halaman

30 Warga Kota Bogor Berstatus ODP

Bima masuk daftar Orang Dalam Pantauan (ODP) karena baru bepergian ke Azerbaijan yang terdapat satu kasus positif infeksi virus corona. Dia kembali ke Kota Bogor pada Senin petang, 16 Maret 2020.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, mengatakan terdapat 30 orang ditetapkan dalam pemantauan. 20 orang dinyatakan sehat dan melewati masa inkubasi, sementara sisanya masih dalam pemantauan.

" Termasuk lima ODP baru yang baru kembali dari Azerbaijan, salah satunya Pak Wali Kota," kata Retno.

Sementara, ada satu Pasien Dalam Pemantauan (PDP), diketahui memiliki riwayat kontak langsung dengan kasus positif virus corona. Saat ini, pasien tersebut dalam pengawasan di salah satu rumah sakit di Kecamatan Tanah Sareal.

Sumber: Merdeka.com/Rasyid Ali

5 dari 5 halaman

Wali Kota Bogor Bima Arya Masuk Daftar Orang Dalam Pantauan Covid-19

Dream - Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, akan berstatus Orang Dalam Pantauan (ODP) terkait infeksi virus corona baru. Bima sebelumnya melakukan perjalanan dinas ke Azerbaijan.

" Pak Wali Kota setelah kembali dari luar negeri akan dilakukan pemantauan sebagai ODP. Teknis pemantauannya akan dilakukan oleh dinas kesehatan," ujar Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, dikutip dari Liputan6.com.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bogor, Oki Kurniawan, mengatakan, selama dalam pantauan, Bima dan rombongan diminta berada di rumah selama 14 hari. Bima akan bertugas memimpin Kota Bogor dari rumah.

" Pak Bima tetap bekerja, tidak cuti namun pekerjaannya sebagai wali kota untuk sementara selama 14 hari dilakukan di rumah," kata dia.

Menurut Oki sesuai arahan pemerintah pusat, siapa saja yang mempunyai riwayat perjalanan ke luar negeri, terutama 119 negara yang terkena pandemik Covid-19 harus menjalani pemantauan.

Kecuali jika terdapat kegiatan mendesak bersama Presiden, pejabat yang ditetapkan dalam pemantauan akan mendapatkan dispensasi sehingga bisa hadir.

" Namun di luar kegiatan yang mendesak bersama Presiden, maka orang yang berstatus ODP tetap beraktivitas di rumah dan dilakukan pemantauan," kata dia.

Beri Komentar