Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Bangkai Kapal Di Al-Shuaiba (Panoramio.com)
Dream - Apakah anda pernah mendengar hamparan air yang begitu luas di tengah tandusnya kota suci Mekah, Arab Saudi? Wilayah ini tak banyak diketahui publik, kecuali mereka yang sudah lama bermukim di sekitarnya.
Seperti dilansir Saudi Gazette.com, warga setempat menyebutnya Laut Al-Shuaiba alias 'Laut Mekah'. Ini merupakan salah satu destinasi wisata akhir pekan yang favorit di tanah gersang. Utamanya, bagi para orang muda dan wisata keluarga di Mekah.
Lokasi yang berjarak sekitar 65 kilometer dari kota Mekah ini sebenarnya bagian dari pesisir pantai Laut Merah. Wilayah ini juga merupakan lokasi pusat proyek Al-Shuaiba. Proyek yang memiliki fasilitas khusus memasok kebutuhan air bagi kota Mekah ini sudah disetujui kabinet sejak 2005. Proyek ini bertujuan untuk memasok 100 juta galon air bagi kota Mekah, Jeddah, dan Taif. Ini merupakan salah satu upaya Kerajaan untuk menyediakan pasokan air bersih.
Wisatawan lokal sangat menikmati menghabiskan waktunya di sana. Para remaja kerap asyik bermain sepak bola, basket, dan voli di bibir pantai. Sementara yang lainnya serius menyaksikan keindahan ikan dan terumbu yang ditemukan di pantai.
Lokasi ini memang tepat untuk mengalahkan cuaca panas di Mekah. Tapi selain untuk tujuan itu, tempat ini juga menjadi arena favorit untuk menenangkan diri. Ada daya tarik tambahan di lokasi ini, yakni bangkai kapal.
Meski bangkai kapal itu juga mendapat keluhan dari wisatawan karena pencemaran air. Tapi rupanya, perairan di sekitar bangkai kapal itu kini menjadi tempat bermukim ikan hiu. Karena itulah, mereka yang hobi menyelam tidak ingin terlalu dalam menjelajahi perairan. Para penyelam juga memilih untuk menjauhi areal bangkai kapal.
Di Al-Shuaiba, para pelancong juga disajikan wisata memancing dengan tarif normal 1,000 Real atau sekitar Rp 3 juta lebih. Sayangnya, lokasi wisata ini masih memerlukan beberapa sarana penunjang yang belum dibangun seperti taman-taman, hotel, spa dan tempat penginapan. Jadi, berminat ke 'Laut Mekah'?
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?