4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Dream - Bacharuddin Jusuf Habibie melewatkan masa kanak-kanaknya dengan penuh imaginatif. Sejak kecil, dia selalu ribut mencari jawaban atas persoalan yang kebanyakan orang menganggap sepele, seperti mengapa balon bisa terbang.
Masa kecil dia lalui dengan dipenuhi perasaan ingin tahu. Ditambah kelucuan khas anak-anak, Habibie merasa masa kecilnya begitu berwarna.
Dalam buku berjudul 'Rudy, Kisah Masa Muda Sang Visioner' diceritakan pula bagaimana Habibie kecil biasa dipanggil sebagai Rudy. Berasal dari kependekan dari nama depan Bacharuddin.
Rudy yang lahir pada 25 Juni 1936, memiliki kebiasaan berbeda dengan balita lainnya. Menurut kisah almarhum mami, ia selalu mengeluh dengan kebiasaan Rudy yang hanya bisa tertidur selama empat jam saja. Selebihnya ia akan menangis terus sepanjang hari. Sehingga membuat para tetangganya mengira ia mengidap sesuatu hal aneh.
" Setiap hari saya ribut mencari jawaban-jawaban yang tidak bisa dijelaskan dengan panca indra," ungkap Habibie.
Hingga suatu hari, sang mami terheran-heran ketika Rudy terdiam mendengar suara papi yang selalu mengaji seusai salat maghrib.
" Bukan karena saya tahu Alquran, tapi karena saya mendengar suara-suara. Hingga akhirnya saya dibelikan piringan hitam agar bisa diam," kata dia.
Sejak umur tiga tahun, Rudy dan kelima saudaranya sudah diwajibkan untuk belajar mengaji dengan guru mereka, yang kerap disapa Kapten Arab. Guru mengaji inilah, orang pertama yang memanggilnya sebagai Habibie.
Selain pandai mengaji, Rudy juga sangat menguasai pacuan kuda dan bahasa Belanda sebagai bahasa persatuan di rumahnya. Hal ini karena sang ibu merupakan keturunan Jawa dan ayah yang asli dari Sulawesi Selatan.
" Hingga saya saat kecil kesulitan bicara dengan teman-teman saya. Tapi kalau baca buku bahasa Belanda sangat lancar," tutur Habibie menambahkan.
Kebiasaan membaca membuatnya menyukai sebuah buku tentang pengalaman seseorang yang mengendarai balon udara selama 80 hari. Isi cerita dalam buku itu membuatnya takjub, hingga ia menceritakan kepada teman-temannya. Hingga suatu hari para sahabatnya membawa sebuah benda menyerupai balon ke rumahnya.
" 'Rudy, kamu bohong ya. Ini kenapa balon ditiup tidak bundar seperti yang kamu ceritakan'. Rupanya balon itu memanjang menyerupai roket," ungkap Habibie.
Rasa penasaran membuat Rudy bertanya kepada sang papi kenapa balon berbentuk macam-macam. Tidak bulat seperti yang diceritakan dalam novel yang sedang dibacanya.
" Saya perlihatkan kepada papi, sambil saya tiup itu balon. Ternyata papi langsung marah dan cari mami buat cuci terus gosok mulut saya sampai berkali-kali," ungkapnya sambil terkekeh.
Ternyata beberapa tahun kemudian, saat ia mulai tinggal di Jerman baru diketahui jika benda tersebut merupakan kondom bekas. Letak rumahnya yang terletak di dekat pelabuhan, banyak disinggahi tentara yang membuang kondom-kondom bekas pakai di pantai. (Ism)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
