Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Dua Siswi Indonesia Memperlihatkan Kulkas Tanpa Listrik (Kemdiknas.go.id)
Dream - Tujuh bulan lalu tepatnya Mei 2014, prestasi anak Indonesia terdengar di kancah internasional melalui ajang kompetisi Intel International Science and Engineering Fair (Intel ISEF) 2014 di Los Angeles, Amerika Serikat.
Dalam kompetisi tersebut, salah satu tim yang terdiri dari dua orang siswi Indonesia asal SMA Negeri 2 Sekayu Sumatera Selatan, Muhtaza Azziya Safiq (Moza) dan Anjani Rahma Putri (Jani), meraih dua penghargaan kategori Engineering, Materials & Bioengineering dan kategori The Development Focus.
Penghargaan itu didapat melalui karya ilmiah mereka yang dinamakan Green Refrigerant Box (kulkas tanpa tenaga listrik dan tanpa freon).
Ide karya ilmiah ini didapat Moza dan Jani dari hasil kunjungan ke petani-petani buah dan pasar-pasar di daerah asalnya.
" Potensi buah-buahan di daerah kami cukup besar tetapi para petaninya menjual buah-buahan yang busuk di pasar karena kendala jarak yang jauh, sarana transportasi yang minim dan tidak adanya pasokan listrik. Dari hal itu kita ingin membantu mereka,” ujar siswi kelas XII SMA Negeri 2 Sekayu Sumsel itu.
Jani menambahkan ada juga kesalahan pola pikir masyarakat di daerahnya yang biasa membeli buah-buahan busuk di pasar.
" Apabila mereka tidak membeli buah-buahan yang tidak busuk, mereka menyangka buah-buahan tersebut belum matang. Padahal buah yang busuk itu belum tentu baik untuk dikonsumsi," kata Moza.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, mengapresiasi hasil karya ilmiah anak Indonesia yang meraih dua penghargaan di ajang bergengsi itu.

" Saya ikut mengapresiasi hal ini dan mudah-mudahan kita dapat mendukung terus melalui program beasiswa, riset, dan lain-lain," kata Anies saat menyambut kedatangan dua siswi SMA Negeri 2 Sekayu Sumsel peraih penghargaan Intel ISEF 2014 di kantor Kemendikbud, Jakarta, hari ini.
Anies mengatakan cara mereka membuat karya ilmiah itu menarik dan bisa menjadi contoh bagi anak-anak Indonesia.
" Filosofi yang dilakukan oleh anak-anak ini sudah benar. Mereka melihat masalah lalu menggunakan ilmu yang dimilikinya untuk menyelesaikan masalah," katanya.
(Sumber: Kemdiknas.go.id)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya