Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Luke Cameron (Odditycentral.com)
Dream - Sungguh hebat! Seorang pemuda Inggris melakukan perbuatan baik, paling tidak satu kali, dalam sehari selama satu tahun penuh. Dan itu telah benar-benar mengubah hidupnya.
Luke Cameron, 26 tahun, telah bersumpah saat sahabatnya meninggal dunia karena kanker pada tahun lalu. Sejak saat itu, warga Cheltenham ini melakukan perbuatan baik, sedikitnya sekali, setiap hari.
Dia memperkirakan telah menghabiskan US$ 4.700 untuk berbuat baik dalam satu tahun terakhir ini.
" Di dunia di mana orang sibuk selfie dan pamer barang mewah di Instagram, kita telah lupa dengan orang lain dan hanya memikirkan kepentingan diri sendiri," kata Cameron.
Cameron menambahkan, generasi sekarang telah lupa untuk memperhatikan orang lain, karena terlalu terobsesi pada diri sendiri. Mereka tidak peduli apa yang dirasakan orang lain.
Cameron menjalankan sebuah situs bernama TheGoodDeedDiary.com, di mana ia mencatat setiap perbuatan baik yang dikerjakannya, mulai dari mengeluarkan sampah untuk tetangganya yang sudah tua, atau memanggang kue untuk keluarga dan teman-teman.
Dia juga telah membeli makanan untuk beberapa orang di McDonald, dan bahkan membayar uang bensin untuk orang asing yang kelelahan mengantre di belakangnya. Cameron sekarang memiliki lebih dari 12.000 pengikut di halaman Facebook, dan lebih dari 6.000 pengikut di Twitter.
Yang mengejutkan, banyak juga yang tidak suka dengan apa yang dilakukan Cameron. Mereka mencurigai ada motif tertentu di balik perbuatan Cameron.
" Mayoritas orang menyukainya," kata Cameron. " Tapi banyak juga menjadi pembenci saya, tapi itu kenyataan yang harus dihadapi. Saya mencoba untuk tidak memikirkan terlalu banyak tentang pendapat orang lain. Kebanyakan mereka awalnya tidak mengerti mengapa saya melakukannya."
Beberapa orang menanyakan motif Cameron dan bahkan ada yang berpikir ia menginginkan sesuatu sebagai balasan.
Namun Cameron terus melakukan kebaikan unik yang sudah dimulainya. Dia bahkan memenangkan kompetisi yang diselenggarakan Utility Aid untuk menjadi National Philanthropy Manager atau The Nicest Job in Britain.
Dengan gelar tersebut, Utility Aid yakin ia adalah orang yang tepat untuk pekerjaan itu. Sehingga pada tahun 2015 nanti, ia akan dibayar untuk melakukan perjalanan di seluruh Inggris dan membantu 45 badan amal yang berbeda.
Mengenai tantangan yang dihadapinya, Cameron bertekad memperpanjang aksinya untuk tahun depan. " Aku pikir aku membantu orang lain untuk membantu diriku sendiri."
Bagi Cameron, banyak membantu orang lain telah mengubah pandangan hidupnya. Kini dia merasa sangat bersyukur dengan apa yang sudah dimiliknya.
(Sumber: Odditycentral.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya