Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Belasan Tahun Jadi Marbot, Maksum Akhirnya Umrah Gratis

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 17 Desember 2014 12:01
Belasan Tahun Jadi Marbot, Maksum Akhirnya Umrah Gratis
Penjaga Masjid Nur Rohman di Cawang, Jakarta Timur, ini mendapat rezeki bisa melaksanakan umrah gratis, yang dibiayai oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Dream - Hati Muhammad Maksum tengah berbunga-bunga. Penjaga Masjid Nur Rohman di Cawang, Jakarta Timur, ini mendapat rezeki bisa melaksanakan umrah gratis, yang dibiayai oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

" Kehendak Tuhan melebihi segala logika yang dimiliki manusia," kata Maksum sebagaimana dikutip Dream dari Merdeka.com, Rabu 17 Desember 2014.

Sudah 14 tahun Maksum menjalani profesi sebagai marbot. Selain itu, sehari-hari dia juga menjadi tukang ojek. Kedua profesi ini dijalani secara bergantian setiap harinya.

" Saya nggak pernah menyangka sama sekali. Lillahitaala saja tidak berpikir macam-macam dalam mengurus masjid," tutur dia.

Sebagai marbot, Maksum harus datang lebih awal dari jamaah, terutama ketika salat subuh. Terkadang, dia juga ditunjuk sebagai imam. Usai menjadi imam, Maksum dipercaya memberi tausiah mengenai ajaran Islam pada bapak-bapak hingga pukul 05.30 WIB.

Kelar urusan di masjid, Maksum beristirahat sejenak. Barulah pada pukul 09.00 WIB, dia mengojek untuk mencari tambahan agar dapur bisa terus mengepul. Dan juga untuk biaya sekolah anak. Maksum baru pulang pukul satu siang untuk beristirahat.

Dengan mengojek, Maksum berhasil menyekolahkan delapan anaknya sampai ke sekolah tingkat atas. Walaupun begitu, Maksum tidak pernah lalai dalam menjalankan tugasnya sebagai marbot juga salat lima waktu.

" Saya jadi pengurus masjid tidak harus selalu berada di masjid setiap waktu. Kami harus mencari rezeki," katanya.

Menjelang matahari tenggelam, Maksum mempersiapkan diri untuk kembali ke masjid. Dia langganan menjadi imam salat Magrib dan salat Isya. Usai semua kegiatan di masjid, dia tak lupa menemani putra-putrinya membaca Alquran hingga malam.

Walaupun terlihat sibuk, Maksum tidak pernah mengeluh. Dia hanya bekerja sesuai dengan ritme kehidupan. Meski tiket berangkat umrah sudah di tangan, Maksum masih tak percaya dan menganggap ini sebuah keajaiban.

" Memang logikanya dilihat dari penghasilan tidak mungkin. Tetapi Allah sudah membukakan pintu rezeki yang lain," tutur Maksum. (Ism)

Beri Komentar