Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Hati Muhammad Maksum tengah berbunga-bunga. Penjaga Masjid Nur Rohman di Cawang, Jakarta Timur, ini mendapat rezeki bisa melaksanakan umrah gratis, yang dibiayai oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
" Kehendak Tuhan melebihi segala logika yang dimiliki manusia," kata Maksum sebagaimana dikutip Dream dari Merdeka.com, Rabu 17 Desember 2014.
Sudah 14 tahun Maksum menjalani profesi sebagai marbot. Selain itu, sehari-hari dia juga menjadi tukang ojek. Kedua profesi ini dijalani secara bergantian setiap harinya.
" Saya nggak pernah menyangka sama sekali. Lillahitaala saja tidak berpikir macam-macam dalam mengurus masjid," tutur dia.
Sebagai marbot, Maksum harus datang lebih awal dari jamaah, terutama ketika salat subuh. Terkadang, dia juga ditunjuk sebagai imam. Usai menjadi imam, Maksum dipercaya memberi tausiah mengenai ajaran Islam pada bapak-bapak hingga pukul 05.30 WIB.
Kelar urusan di masjid, Maksum beristirahat sejenak. Barulah pada pukul 09.00 WIB, dia mengojek untuk mencari tambahan agar dapur bisa terus mengepul. Dan juga untuk biaya sekolah anak. Maksum baru pulang pukul satu siang untuk beristirahat.
Dengan mengojek, Maksum berhasil menyekolahkan delapan anaknya sampai ke sekolah tingkat atas. Walaupun begitu, Maksum tidak pernah lalai dalam menjalankan tugasnya sebagai marbot juga salat lima waktu.
" Saya jadi pengurus masjid tidak harus selalu berada di masjid setiap waktu. Kami harus mencari rezeki," katanya.
Menjelang matahari tenggelam, Maksum mempersiapkan diri untuk kembali ke masjid. Dia langganan menjadi imam salat Magrib dan salat Isya. Usai semua kegiatan di masjid, dia tak lupa menemani putra-putrinya membaca Alquran hingga malam.
Walaupun terlihat sibuk, Maksum tidak pernah mengeluh. Dia hanya bekerja sesuai dengan ritme kehidupan. Meski tiket berangkat umrah sudah di tangan, Maksum masih tak percaya dan menganggap ini sebuah keajaiban.
" Memang logikanya dilihat dari penghasilan tidak mungkin. Tetapi Allah sudah membukakan pintu rezeki yang lain," tutur Maksum. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya