6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Lolita Suchyana Andirasdini
Dream - Lolita Suchyana Andirasdini namanya. Ketika sekolah di sebuah SMA, dia bertemu dengan teman-teman yang membuatnya selalu merasa bahagia. kehadiran teman-temannya tersebut melebihi dengan sebuah keluarga.
Dengan berbagai karakter orang dia harus berteman dan membuat hidupnya lebih berwarna. Dia selalu menyayangi teman-temannya seperti menyayangi keluarganya sendiri.
Baca kisah inspiratif Lolita selengkapnya di bawah ini. Apabila kalian suka dengan kisah tersebut berikan vote untuk Lolita Suchyana Andirasdini DI SINI
Tepatnya tujuh tahun yang lalu saat semua remaja SMP seusia saya berbondong-bondong mendaftarkan diri ke SMA. Termasuk saya yang diterima di sebuah SMA.
Awalnya memang berat, bukan berat sih tepat nya, tapi sedikit berkecil hati karena apa yang saya rencanakan tidak dapat saya capai. Hingga sekarang dari 100 rencana selama satu tahun hanya sebagian kecil yang bisa saya lakukan.
Selama sekolah, beruntung bertemu dengan teman-teman yang baik. Karena selalu bersama sehingga kami sudah merasa saling memiliki.
Watak kami bermacam-macam seperti gado-gado. Ada yang bisa membuat pedas sampe air mata keluar. Ada yang terlalu manis sehingga butuh air penawar. Ada yang hambar sehingga butuh garam, cabe, kacang, bawang sebagai penyedap rasa. Ini yang saya rasakan selama 3 tahun bersama mereka.
Mungkin karena saya terlalu menyayangi mereka, merekalah orang yang paling saya nantikan di saat liburan, meski pernah ada kejadian seolah-olah saya dijatuhkan dan membuat saya kecewa.
Tapi tetap entah mengapa mereka yang selalu saya harapkan. Mereka yang membuat saya mengerti bagaimana hubungan kekeluargaan itu ada. Salah paham, pertengkaran, masa susah, masa bahagia, bahkan masa hambar pun lengkap saya rasakan. Mereka lah yang membuat saya jadi lebih berwarna.
Selama bersama mereka membuat saya merasa lebih mementingkan mereka dibanding keluarga saya. Karena kebersamaan itu membuat saya lebih memerlukan mereka. Saya selalu berharap mereka selalu dijaga dan dilindungi Allah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
