Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Putrisetyawan
Dream - Hidup yang sulit terkadang membuat manusia tertekan. Begitu halnya dengan yang dialami Putrisetyawan. Dara asal Bekasi ini pun pernah mengalami hidup dalam tekanan.
Tetapi, dia mampu mengatasinya dengan baik. Itu karena ada seorang teman yang mampu membangkitkan semangatnya. Peserta Dream Girls ini mampu kini menjadi lebih baik. Berikut kisah selengkapnya dari Putri. Jika Anda tertarik dengan kisah Putri, Anda dapat membantu memberi suara untuk dia DI SINI.
Aku Putri. Biasa dipanggil Mput sama teman-teman. Aku adalah anak pertama dari dua bersaudara. Kini aku berusia 19 tahun. Aku ingin berbagi cerita di kisah inspiratif ini.
Selama ini aku selalu berfikir Allah itu tidak adil. Hidupku selalu susah. Padahal, andai aku mau lihat ke bawah masih banyak orang yang lebih susah.
Aku selalu ingat zaman masih sekolah dulu. Aku menjadi anak yang paling telat bayar uang sekolah. Terkadang aku malu tapi mau bagaimana lagi, keadaan orang tuaku emang susah. Dari masa-masa itu aku mulai termotivasi untuk bisa jadi orang sukses. Aku selalu belajar dengan rajin. Aku berpikir dengan nilai yang bagus, pasti bisa dapat kerjaan dengan gaji lumayan .
Alhamdulillah, sekarang aku bekerja jadi sales admin di sebuah perusahaan di Bekasi. Dari kecil aku punya cita-cita ingin menjadi model. Tapi, karena masalah ekonomi sampai sekarang, cita-cita itu belum tercapai.
Aku sempat putus asa untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Sampai suatu ketika aku mengenal seseorang. Aku mengenalnya melalui dunia maya.
Dia adalah orang yang selalu mendukungku. Dia pulalah yang mengajarkanku jika di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Hidup itu tak boleh putus asa.
Temanku itu ialah seorang yang memiliki cacat fisik. Kedua tangannya susah untuk digerakkan, begitu pun dengan kakinya.
Dengan keterbatasan fisik seperti itu temanku itu tidak pernah minder. Dia punya kemampuan melukis dan jago masalah komputer. Dia selalu ikut lomba melukis, dan hasilnya pun bagus.
Perlahan temanku itu mulai membuka usaha sendiri. Sampai sekarang usahanya sudah berkembang.
Dari situ aku belajar bahwa kekurangan kita adalah kelebihan akut. Dari yang tidak mungkin akan jadi mungkin.
Kalau aku terus berusaha dan berdoa pastinya niat dan tekad adalah kunci SUKSES !! Sekarang aku akan mengejar cita-citaku. Dan tidak akan satu langkah pun mundur untuk menggapainya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya