Mengapa Bulan ke Delapan Hijriyah Dinamai Sya'ban?

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 30 April 2018 18:00
Mengapa Bulan ke Delapan Hijriyah Dinamai Sya'ban?
Para ulama berbeda pandangan tentang nama Sya'ban, namun pemaknaannya merujuk pada keutamaan yang terkandung dalam bulan tersebut.

Dream - Dalam sistem kalender Hijriyah, terdapat bulan yang diapit dua bulan mulia Rajab dan Ramadan. Bulan itu adalah Sya'ban.

Sya'ban merupakan bulan yang menempati urutan ke delapan dari deretan bulan dalam tahun Hijriyah. Bulan ini mengandung kemuliaan yang kadang dilewatkan umat Islam.

Terkait kedudukan Sya'ban, Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al Maliki mengulasnya dalam kitab Ma Dza fi Sya'ban.

" Bulan (kedelapan) hijriyah ini dinamai dengan sebutan ‘Sya‘ban’ karena banyak cabang-cabang kebaikan pada bulan mulai ini. Sebagian ulama mengatakan, 'Sya'ban' berasal dari 'Syaa'a baan yang bermakna terpancarnya keutamaan. Menurut ulama lainnya, 'Sya'ban' berasal dari kata 'As syi'bu' (dengan kasrah pada huruf syin), sebuah jalan di gunung, yang tidak lain adalah jalan kebaikan. Sementara sebagian ulama lagi mengatakan, 'Sya'ban' berasal dari kata 'As sya'bu' (dengan fathah pada huruf syin), secara harfiah 'menambal' di mana Allah menambal (menghibur atau mengobati) patah hati (hamba-Nya) di bulan Sya'ban. Ada pula ulama yang memahami bulan ini dengan makna selain yang disebutkan sebelumnya."

Meski para ulama berbeda pandangan dalam memaknai Sya'ban, seluruh pemaknaan tersebut mengarah pada istimewanya bulan ini. Seluruh pendapat tersebut merujuk pada kandungan kebaikan yang ada pada Sya'ban.

Sehingga, wajar jika pada bulan ini umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak istighfar maupun sholawat. Juga dianjurkan untuk memperbanyak membaca Alquran dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Selengkapnya baca di sini

Beri Komentar