Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Tiga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Di Tim Rajawali (UGM.ac.id)
Dream - Tiga mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam tim Rajawali berhasil lolos dalam babak kedua kompetisi desain pesawat terbang dan bandara untuk mahasiswa di seluruh dunia yang diselenggarakan Airbus.
Adalah Hibran S. Maksum (Teknik Mesin 2012), Muh. Faiz Aghni (Teknik Mesin 2012) dan R. Edni Doni Achsan (Teknik Industri 2013) yang kini tengah bertarung dalam kompetisi bertajuk Fly Your Ideas (FYI).
Ketua tim Rajawali, Hibran mengatakan UGM pada kompetisi ini sebenarnya mengirimkan tujuh delegasinya. Hanya saja yang lolos babak kedua hanya tim Rajawali.
Rajawali dengan dosen pembimbing Rahmat Sriwijaya ini mengambil sub-tema efisiensi dalam kompetisi FYI.
" Rajawali akan mewakili UGM dan Indonesia bersama dengan tim Fly Green dari UNS," kata Hibran dikutip Dream.co.id dari lamam UGM.ac.id, Minggu 8 Februari 2015.
Kompetisi FYI diselenggarakan 2 tahun sekali, dimulai sejak 2009 kemudian 2011, 2013 hingga sekarang 2015. Kompetisi ini dibagi menjadi beberapa sub-tema, yaitu: Energy, Efficiency, Affordable Growth, Traffic Growth, Passenger Experience dan Community Friendliness.
Di 2015, FYI menerima 518 abstrak ide dari seluruh dunia dan terseleksi 100 tim yang lolos babak kedua.
" Kami berharap bisa lolos ke babak selanjutnya dan mempresentasikan ide mereka di bulan Mei mendatang," kata Hibran.
Ia berharap hasil kompetisi ini akan menambah satu lagi penghargaan internasional yang bermanfaat bagi para mahasiswa di UGM.
Namun Hibran mengakui masih mengalami beberapa kendala dalam pengembangan ide mereka, salah satunya biaya riset serta pembuatan video profil yang cukup banyak jumlahnya.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha