Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Tugas Berat Pertama Kapolri Baru

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Rabu, 13 Juli 2016 18:30
Tugas Berat Pertama Kapolri Baru
Tahun ini Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan sidang interpol. Ini menjadi agenda besar Polri di bawah kepemimpinan kapolri baru.

Dream - Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Tito Karnavian resmi dilantik menjadi Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) baru menggantikan Jenderal Pol Badrodin Haiti yang habis masa jabatannya. Saat menjabat nanti, tugas besar sudah menunggu Tito.

Tito harus mulai bersiap menggelar pertemuan Sidang Interpol. Sidang besar kepolisian dunia ini akan dihelat di Nusa Dua, Bali, pada November 2016.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadivhumas) Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan sidang ini akan diikuti instansi kepolisian dari 190 negara.

" Indonesia akan menjadi tuan rumah dan akan dihadiri oleh 190 negara. Dilaksanakan pada minggu pertama bulan November 2016," kata Boy di Mabes Polri, Rabu, 13 Juni 2016.

Boy mengatakan sidang ini merupakan salah satu agenda besar yang akan dijalankan di bawah kepemimpinan Komjen Pol Tito Karnavian.

" Jadi ini agenda besar yang akan dilakukan oleh Kapolri baru," ucap dia.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai pelantikan langsung memberikan dua tugas utama kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Tito diperintahkan untuk menjaga persatuan dan kekompakan internal Polri, dan melakukan reformasi menyeluruh di tubuh Polri.

Menanggapi perintah tersebut, Tito optimis bisa membangun organisasi Polri, di semua level, baik di level pimpinan karena dirinya menyadari adanya budaya senior dan junior. Untuk meyakinkan, Tito mengau mendapat dukungan dari hampir semua perwira bintang dua ke atas yang hadir di Jakarta. Tak lupa dukungan dari perwita bintang 3 yang hadir dalam pelantikannya.

“ Saya kira banyak memberikan dukungan, sepanjang dalam rangka membangun Polri. Karena itu adalah komitmen kami bersama adalah untuk membangun Polri, Polrinya baik maka akan bermanfaat bagi perkembangan demokrasi dan sistem pemerintahan, termasuk menjadi negara dan bangsa yang kuat,” kata Tito mengutip laman Setkab.go.id.

Tito berjanji upaya reformasi kepolisian akan dilakukan dalam hubungannya dengan masalah kultur perilaku anggota yang lebih humanis dan perilaku non koruptif yang ditekan semaksimal mungkin. Upaya itu diakui Kapolri membutuhkan waktu karena akan berhubungan dengan kesejahteraan, arogansi kekuasaan, kewenangan.

Beri Komentar