Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Guna menciptakan rasa aman bagi warga yang mudik, serta aktivitas saat merayakan Idul Fitri tahun ini, Operasi pengamanan Lebaran Ramadaniya mulai digelar.
Operasi yang akan dimulai 30 Juni sampai 15 Juli 2016 itu meliputi antisipasi potensi gangguan keamanan yang diutamakan di pusat perbelanjaan, pelabuhan, stasiun, bandar udara, dan terminal, serta pengamanan arus lalu lintas.
Operasi ini akan melibatkan 157.115 personel dan 2.782 pos pengamanan, gabungan dari Polri, TNI, dan satuan kementerian lain.
Sejumlah pasukan pengamanan Lebaran di seluruh Indonesia pun mulai berbenah untuk memberikan keamanan, serta kenyamanan kepada masyarakat saat arus mudik Lebaran 2016.
Seperti apa persiapan yang diikuti anggota Polri, TNI, PMI dan Relawan tersebut? Yuk simak foto-fotonya (Ism, ANTARA FOTO)
Pasukan penembak jitu meletakan senjatanya saat mengikuti apel "Operasi Ramadniya Rencong" di Banda Aceh, Kamis (30/6). Polda Aceh mengerahkan sekitar 2000 pasukan, termasuk pasukan penembak jitu untuk pengamanan mudik Lebaran dan mengantisipasi tindak kriminal berupa, perampokan dan kejahatan pelemparan bus umum yang akhir-akhir ini meresahkan penumpang. (ANTARA FOTO/Ampelsa)
Hak Cipta © DREAM.CO.IDAdvertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012