Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Menu Di Warung Be Sanur
Dream - Keindahan pulau dewata memang mampu menghipnotis siapapun yang berkunjung. Namun jangan hanya terpukau kecantikan alamnya saja. Cicipi juga sajian kuliner khas bali.
Selain terkenal dengan sajian bebeknya, Bali memiliki hidangan penggoyang lidah dari menu olahan ikan segar. Salah satu rumah makan terkenal yang menyajikan sup ikan khas Bali adalah warung Be Sanur di Jl. Siligita, No. 99 B di Nusa Dua.
Putu Andika Angga Putra, sang pemilik restoran, menuturkan jika ikan yang disajikan selalu dalam kondisi segar. Didapatkan langsung dari nelayan setiap hari.
" Kami menerima bahan (ikan) dari para nelayan yang sudah lama bekerja sama. Ikan yang digunakan biasanya adalah Bawal, Barakuda dan kakap merah. Tekstur dagingnya lebih padat dan tidak mudah hancur," ujar Andika, seperti dikutip dari rilis yang diterima Dream.
Keunikan Be Sanur sangat terlihat jelas. Saat banyak warung makan berlomba-lomba menawarkan ragam menu, Be Sanur tetap konsisten dengan menu utamanya. Hanya menyajikan Sup kepala Ikan dan Ikan goreng.
" Menu adalah sebuah pilihan. Saya yakin ikan itu universal dan diterima berbagai kalangan, dari kelas atas sampai supir dan tukang ojek. Kami juga berprinsip, pengunjung yang datang ke Be Sanur sudah punya pilihan tanpa bingung mau makan apa saat disodorkan daftar menu," tutur Andika.
Andika juga menceritakan, menu sup ikan Be Sanur termasuk kuliner 'jadul' atau zaman dulu karena resep yang dimiliki sejak 1930. Untuk harga sendiri cukup ramah kantong mulai dari Rp 35.000 saja.
" Untuk ikan goreng dan sambal, plus nasi putih. Pembeli hanya mengeluarkan uang tiga puluh lima ribu rupiah," ungkap Andika.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?