Berdoa (Foto: Shutterstock.com)
Dream – Mencintai Allah SWT adalah cinta paling tinggi bagi seorang Muslim. Sebuah kenikmatan bagi seorang Muslim jika didalam hatinya selalu mengutamakan Allah SWT. Prinsip itu membuat setiap perbuatannya hanya mengharapkan ridho Allah semata.
Cinta kepada Allah tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Perbuatan yang dilakukan adalah apa yang Allah perintahkan. Dan akan selalu menghindari apa-apa yang dilarang-Nya. Mencintai Allah adalah dengan banyak mengingat-Nya.
Berikut adalah kumpulan kata-kata mutiara yang semakin menambah kecintaan kamu kepada Allah SWT.

1. “ Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya.” - (QS Al-Maidah :54)
2. “ Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” - (QS. Ath Thalaaq: 2-3)
3. “ Cinta kepada Allah adalah puncaknya cinta. Lembahnya adalah cinta kepada sesama.” - Nabi Muhammad SAW
4. “ Kau tidak akan pernah menemukan cinta sejati sampai kau belajar mencintai Allah terlebih dahulu.” - Boonaa Mohammed
5. “ Betapa beruntungnya mereka yang mencintai Allah. Mereka tidak akan pernah berpisah dengan kekasih mereka.” - Dr. Bilal Philips
6. “ Jangan mencintai seseorang yang tidak cinta kepada Allah. Jika Allah saja mereka tinggalkan, maka mereka juga pasti akan meninggalkanmu.” – Imam Syafi’i
7. “ Hati yang berdetak hanya untuk Allah akan selalu menjadi orang asing di antara hati yang berdetak untuk dunia.” – Dr. Bilal Philips
8. “ Jika Allah membimbingmu untuk mengingat-Nya, itu pertanda bahwa Allah mencintaimu.” – Ali bin Abi Thalib
9. “ Cinta kepada Allah adalah sebuah cahaya terang, yang mana jika kamu tanpanya, maka kamu akan berada dalam lautan kegelapan. Ia adalah obat yang menyembuhkan, yang mana jika kamu tanpanya, maka hatimu akan menjadi sarang penyakit.” – Ibnu Qayyim
10. “ Ya Allah, anugerahkanlah aku cinta kepadaMu, cinta kepada orang yang mencintaiMu, dan cinta kepada sesuatu yang mendekatkanku kepada cintaMu. Jadikanlah cintaku kepadaMu lebih besar daripada cintaku kepada air yang dingin.” – Abu Naim
“ Allah dan Rasul-Nya lebih kau cintai daripada yang lain.” – HR. Ahmad

11. “ Barang siapa beramal karena Allah atas dasar cinta kepadaNya, itu lebih mulia daripada beramal atas dasar ketakutan.” – Sa’id bin Yazid
12. “ Orang yang telah mencicipi kesucian cinta kepada Allah, niscaya hal itu akan melalaikannya dari mengejar kehidupan dunia dan membuatnya tidak betah dengan semua orang.” – Abu Bakar Al-Shiddiq
13. “ Seorang beriman yang mengenal Tuhannya, pastilah akan mencintai-Nya. Jika ia mencintaiNya, ia pun datang menghadap-Nya. Jika ia memperoleh kemanisan dalam menghadap-Nya, ia tidak memandang dunia dengan mata syahwat dan tidak memandang akhirat dengan mata keletihan. Kemanisan iman membuatnya sedih di dunia dan membuatnya gembira di akhirat.” – Harm bin Hayyan
14. “ Nikmatnya cinta membuat mereka lupa kepada pahit dan beratnya ujian. Dorongan cinta membuat mau mengorbankan jiwa, harta, waktu, dan segala yang berharga demi Dia yang cinta dengan harapan mereka akan mendapat ridha dan cintaNya.” – Syaikh Ibnu Athaillah r.a
15. “ Cinta seberat biji sawi lebih Ku-sukai daripada ibadah selama tujuh puluh tahun tanpa disertai cinta.” – Yahya bin Mu’adz
16. “ Selama kamu memiliki Allah, kamu masih memiliki semua yang kamu butuhkan.” – Abdulbary Yahya
17. “ Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. – (QS. Ali Imran: 159)
18. “ Dosa-dosaku amat banyak. Namun ketika aku bandingkan dengan rahmat-Mu, ya Robb, ampunan-Mu jauh lebih besar.” – Imam Syafi’i
19. “ Jika kamu berada di jalan menuju Allah, berlarilah kencang. Jika itu sulit, tetaplah berlari meski hanya lari-lari kecil. Bila kamu kelelahan, berjalanlah. Apabila semua itu tak mampu kamu lakukan tetaplah maju meski harus merangkak dan jangan pernah sekalipun berbalik arah atau berhenti.” – Imam Syafi’i.
20." Perbanyakkan menyebut Allah daripada menyebut makhluk. Perbanyakkan menyebut akhirat daripada menyebut dunia." - Imam Syafii
(Diambil dari berbagai sumber)