Bapak-bapak Malas Injak Aspal (Foto: Instagram @jakarta.keras)
Dream - Keselamatan saat berkendara di jalan raya merupakan prioritas. Mematuhi rambu lalu lintas seperti berhenti saat lampu merah, menjadi salah satu upaya menjaga keselamatan bersama.
Ternyata bagi beberapa pengendara saat berhenti di lampu merah, menjadi momen yang membosankan dan banyak yang melakukan kegiatan di luar nalar. Aksi unik itu bisa terekam oleh pengedara lain.
Seperti momen yang diunggah ke Instagram oleh akun @jakarta.keras. Dalam unggahan video itu terlihat seorang pengendara motor yang enggan menginjakkan kakinya di aspal saat berhenti di lampu merah.
Video berdurasi 19 detik itu langsung viral di media sosial dan menarik perhatian warganet. Terlihat momen pengendara roda dua yang mengenakan jaket hitam, berusaha sekuat tenaga agar kakinya tidak menginjak aspal seraya menunggu lampu berubah menjadi hijau.

Meski motor dalam keadaan berhenti, sang pengendara dengan lihainya bisa menjaga keseimbangan. Aksi itu lantas direkam oleh pengendara lain.
Para netizen pun memberikan komentar-komentar atas video tersebut. Banyak dari mereka yang terhibur dengan video itu.
" Rossi juga kalah," tulis akun @jfunkb_.
" Bapak2 gabutnya gini yaaaaaa," sambung akun @daviddrmwnn.
" Romanya patunya mahal bener wkwkw," imbuh akun @melyastii.
Berikut video aksi bapak-bapak malas injang aspal terekam kamera:
View this post on Instagram
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Berapa Lama Harus Bisa Plank Sesuai Usia? Ini Patokan untuk Usia 18 hingga 60 Tahun ke Atas

7 Makanan yang Sering Dianggap Tidak Sehat, Padahal Kaya Nutrisi

Ingin Meningkatkan Rasa Mencitai Diri Sendiri? Coba Ubah Cara Mengingat Masa Lalu

Tuban dan Canggu Ada di Jawa dan Bali, Mengapa Nama Tempatnya Bisa Sama?


