Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi Driver Ojek Online Mengantarkan Pesanan. (Foto: Freepik.com)
Dream - Dalam rezeki kita, ada hak orang lain. Mungkin itulah yang membuat hati seorang pelanggan tergerak untuk menghadiahkan makanan kepada driver ojol yang mengantarkan pesanannya di malam pertama Ramadhan baru-baru ini.
Kisah berbagi rezeki yang diposting oleh Malik Abdul Matin Rosli, 21, melalui Twitter telah menarik perhatian banyak orang dan menjadi viral.
Akrab disapa Malik, dia mengakui tidak menyangka akan menerima pemberian tersebut. Dia merasa cukup terharu hingga hampir meneteskan air mata.
" Setelah Maghrib saya mendapatkan pesanan. Saat itu saya sudah siap pergi ke rumah pelanggan. Dalam perjalanan, saya dapat pesan bahwa makanan itu untuk buka puasa saya.

" Sepanjang jalan saya merasa terharu, rasanya ingin menangis dengan rezeki yang diberikannya," kata Malik.
Malik kemudian berhenti sebentar untuk sekadar membalas pesan mengejutkan dari pelanggan tersebut sebelum mengucapkan terima kasih kepadanya.
Menurut pemuda yang tinggal di Tampines, Singapura itu, dia tidak pernah mengharapkan apa-apa dari para pelanggan.
" Bagaimanapun, kejadian yang berlaku ini seolah-olah menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan masih ada dalam masyarakat hari ini," ujar Malik.
Karenanya, Malik tergerak untuk membagikan kisah yang menyentuh hatinya itu di media sosial.
" Saya tidak berharap apa-apa. Tapi kisah ini menunjukkan bahwa ternyata masih ada orang di luar sana yang selalu saling membantu, sekecil apa pun itu," kata Malik.
Baru saja menyelesaikan studinya di politeknik, Malik bekerja paruh waktu sebagai pengantar makanan untuk mengumpulkan uang.
Malik punya saudara di Johor Bahru dan Perak, Malaysia. Tapi mereka semua tidak bisa pulang kampung ke Singapura tahun ini.
" Sekarang ada lockdown, saya sedih mereka tidak bisa pulang untuk merayakan Idul Fitri," katanya.
Hingga kini, postingan Malik di Twitter mendapat lebih dari 10 ribu retweet oleh netizen.
(Sah, Sumber: mStar.com.my)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam