Demi Dapat Sumbangan, Ibu Ini Tega Racuni Anaknya hingga Meninggal

Reporter : Nabila Hanum
Jumat, 23 September 2022 07:00
Demi Dapat Sumbangan, Ibu Ini Tega Racuni Anaknya hingga Meninggal
Nattiwan menjual kisah mengenai penyakit anaknya di media sosial, demi mendapatkan sumbangan untuk biaya pengobatan anak-anaknya.

Dream - Tingginya biaya hidup di kota besar membuat seseorang harus bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tidak sedikit dari mereka menggunakan cara yang salah untuk mendapatkan uang dengan cepat. Seperti ibu satu ini yang rela mengorbankan anaknya demi mencari simpati masyarakat.

Dilansir Oh Bulan, ibu dua anak asal Thailand bernama Nattiwan Rakkunjet, rela meracuni anak-anaknya demi menjual cerita sedih dan mendapat sumbangan dari pengguna media sosial.

1 dari 4 halaman

Hal ini ia lakukan bertahun-tahun hingga salah satu anaknya harus meregang nyawa. Pada tahun 2019 saat putri Nattiwan meninggal, pihak rumah sakit tidak menemukan kejanggalan.

Putri yang merupakan anak angkatnya itu meninggal karena adanya pendarahan dalam. Perilaku jahatnya ini terbongkar saat dirinya membawa anaknya yang lain ke rumah sakit.

Ilustrasi© Shutterstock

2 dari 4 halaman

Saat putra kandungnya yang mulai merasakan gejala yang sama dengan saudaranya, Nattiwan membawanya ke rumah sakit untuk diperiksa. Putra Nattiwan saat itu mengalami sakit perut dan muntah darah.

Nattiwan mengklaim bahwa penyakit yang diderita putranya itu disebabkan oleh alergi makanan laut. Namun, setelah diperiksa, dokter menemukan bahwa korban mengalami infeksi perut yang parah dan bukan reaksi alergi seperti yang dituduhkan oleh sang ibu.

3 dari 4 halaman

Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa Nattiwan sebenarnya telah memasukkan bahan pemutih ke dalam makanan anak kandungnya sejak tahun 2017, dan penyakit yang dideritanya adalah akibat dari racun tersebut.

Nattiwan menjual kisah mengenai penyakit anaknya di media sosial, demi mendapatkan sumbangan untuk biaya pengobatan anak-anaknya.

Ilustrasi© Shutterstock

4 dari 4 halaman

Hal ini ia lakukan selama bertahun-tahun demi mendapatkan uang sumbangan tersebut, padahal ia sendiri yang meracuni anak-anaknya.

Nattiwan kini telah menjadi tersangka dan ditahan oleh polisi untuk membantu penyelidikan. Menurut ahli medis di Thammasat University Hospital, Bangkok, kedua anak itu ditemukan mengalami pendarahan di saluran pencernaan, muntah darah dan radang lambung. Terdakwa akhirnya dinyatakan bersalah dandijatuhi hukuman mati.

Laporan : Erdyandra Tri Sandiva