Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pertemuan Anak Dan Orangtua Yang Terpisah Selama 31 Tahun. (Foto: Pearvideo.com)
Dream - Pasangan di China ini akhirnya dipersatukan kembali dengan putra mereka yang 31 tahun terpisah, setelah diculik dari rumah saat masih kecil.
Putra pasangan Lei dan Jiang diduga dibawa pergi seorang tamu, yang tinggal bersama mereka selama seminggu pada tahun 1989.
Setelah 31 tahun, mereka akhirnya bisa bertemu dengan bocah itu lagi pada Selasa pekan lalu. Polisi berhasil menemukan anak itu dengan bantuan pangkalan data DNA.
Mengingat kembali peristiwa Oktober 1989, Lei dan Jiang, yang tinggal di kota terpencil di Provinsi Guizhou, menerima seorang tamu dari Provinsi Jiangsu.
Kepada pasangan itu, tamu yang mengaku sebagai pengembara itu menawarkan sejumlah uang agar bisa tinggal bersama mereka selama 7 hari.
Ketika Lei dan Jian tidak ada di rumah, tamu itu membawa pergi anak lelaki mereka, Shuwen, yang ketika itu berusia satu tahun.
Setelah menyadari Shuwen hilang, pasangan itu melakukan pencarian dibantu puluhan anggota keluarga lainnya. Namun usaha mereka tidak membuahkan hasil.
Pencarian terhadap Shuwen telah menghabiskan waktu selama 10 hari dengan melakukan perjalanan di seluruh wilayah Guizhou.
Polis setempat juga melakukan pencarian pada waktu itu namun gagal untuk menyelesaikan kasus tersebut. Alasannya mereka tidak mempunyai informasi yang cukup tentang pengembara itu.
Penyelidikan mengenai kasus yang menghebohkan itu akhirnya terhenti selama 31 tahun sampai dibuka lagi pada awal tahun ini.

Kasus itu kembali dibuka, setelah Shuwen yang saat itu menggunakan nama keluarga Shen pergi ke kantor polisi untuk memperbarui kartu tanda penduduk (KTP).
Petugas polisi mengambil sampel darah lelaki itu sebagai bagian daripada prosedur untuk membuat KTP baru.
Selama membandingkan DNA lelaki itu dengan pangkalan data DNA negara, petugas menemukan bahwa lelaki 32 tahun itu ternyata anak yang diculik pada 1989.
Shuwen yang sekarang jadi pengusaha restoran tinggal bersama istri dan dua anak lelakinya di Pizhou, Jiangsu yang berjarak kira-kira 1.900 kilometer dari rumah orangtua kandungnya.

Pada 29 September lalu, Shuwen telah bertemu kembali dengan ibu dan ayah kandungnya selepas 31 tahun berlalu dengan bantuan polisi Xuzhou di Jiangsu.
Sumber: Siakapkeli.my
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya