Diludahi Penumpang, Driver Taksi Tertular Covid-19 dan Meninggal

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 26 Mei 2020 16:02
Diludahi Penumpang, Driver Taksi Tertular Covid-19 dan Meninggal
Trevor Belle diludahi penumpangnya yang positif terinfeksi virus corona karena meminta ongkos taksi sebesar 9 poundsterling, setara Rp162 ribu.

Dream - Seorang driver taksi meninggal akibat terinfeksi virus corona. Diduga dia tertular Covid-19 setelah seorang penumpang melakukan tindakan tak pantas dengan meludahinya setelah menolak membayar ongkos taksi.

Trevor Belle sempat bercerita kepada temannya, Damien Biggs,  saat dia diludahi karena meminta ongkos taksi sebesar dari 9 poundsterling, setara Rp162 ribu. Tak diduga, si penumpang menolak tarif yang harus dibayarnya tersebut.

Dengan nada membentak, si penumpang meludahi Trevor sambil mengaku telah dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Kejadian menyedihkan itu berlangsung di Startford, London Timur pada 22 Maret 2020 lalu.

1 dari 4 halaman

Mulai Merasa Tak Enak Badan

Setelah kejadian itu, Belle merasa tidak enak badan dengan gejala yang mirip Covid-19.

Belle kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Royal London. Pada 18 April 2020, dia dinyatakan meninggal dunia dan positif terkena virus corona.

" Beberapa hari kemudian dia dilarikan ke rumah sakit, dia kemudian menghabiskan tiga minggu berjuang melawannya (Covid-19) dan sayangnya dia tidak berhasil sembuh," ujar Damien Briggs, dikutip dari Mirror.

Belle meninggal tiga hari setelah ulang tahunnya ke-61. Setelah kematiannya, darah Belle disumbangkan untuk diteliti terkait efek Covid-19 pada orang-orang dari komunitas BAME.

 

2 dari 4 halaman

Muncul Aksi Solidaritas

" Dia bukanlah saudara kandung, tapi kami adalah saudara. Dia mencintai sepakbola, mencintai Arsenal, dia mendukung anak-anak untuk bermain dengan baik. Dia melakukan banyak hal secara sukarela," ujar Brigss.

Halaman GoFundMe untuk Belle kini telah mengumpulkan 6.000 poundsterling (Rp108 juta). Jumlah itu merupakan dua kali lipat dari target untuk menutupi biaya pemakaman.

" Cara terbaik yang saya dapat untuk menggambarkan Trev hanyalah orang yang periang, serius dalam menjalani hidup, dan selalu menemukan cara untuk membuat Anda tersenyum sehingga Anda dapat mengalihkan pikiran dari masalah," jelasnya.

Briggs juga menggambarkan sahabatnya sebagai sosok yang periang. Sangat jarang ia melihat Belle merenung. Tidak peduli seburuk apapun keadaan, Belle selalu menemukan cara untuk tertawa.

Sumber: Mirror.co.uk

3 dari 4 halaman

Penelitian Terbaru: Jarak 2 Meter Sudah Tak Aman dari Penularan Covid-19

Dream - Aturan jaga jarak sejauh dua meter yang sebelumnya direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk mencegah penularan Covid-19 dinilai sudah tidak sesusai kondisi lagi. Penelitian terbaru menemukan bahwa virus corona dapat bertransmisi hingga tiga kali jarak atau sejauh enam meter dalam hitungan detik.

Dilansir South China Morning Post, penelitian ini dipublikasikan di jurnal yang diterbitkan pada Selasa lalu dengan judul Physics of Fluidf. Jurnal tersebut ditulis oleh peneliti Talib Dbouk dan Dimitris Drikakis dari Universitas Nicosia Cyprus.

Pada penelitian itu dijelaskan bahwa jarak dua meter tidak bisa lagi dikatakan aman pada kondisi saat ini. Droplets atau percikan dapat sampai ke objek tubuh berikutnya dalam waktu 15 detik dan dapat menempel di bagian pinggang ke bawah manusia.

Jarak dua meter ini semakin tidak aman dengan adanya kondisi terbuka dengan angin bertiup. " Saat orang batuk, lalu angin berhembus, kecepetan dan jangkauan jarak virus semakin luas. Ini sangat berpengaruh dalam penularan virus melalui udara," tulis para peneliti tersebut.

4 dari 4 halaman

Penelitian ini berdasarkan hitungan model komputasi dinamika cairan berjarak dari tetesan saliva manusia di berbagai kondisi udara dan cuaca. Para peneliti juga kerap menemukan droplets dapat menjangkau jarak 6 meter dalam waktu lima detik dengan kondisi kecepetan angin sekitar empat kilometer perjam.

Namun, dengan angin yang lebih kencang, sekitar 16 km per jam, virus bisa menular ke manusia dengan jarak enam meter dalam waktu 1,6 detik.

" Temuan kami ini menyimpulkan bahwa jarak dua meter sudah tak cukup karena tergantung kondisi lingkungna," ujar para peneliti, dengan catatan masih perlu adanya penelitian tambahan untuk mengukur risiko penularan serta tingkat kelembapan.