Titahkan Aparat Tegas, Jokowi: `Jangan Sampai Upaya Tenaga Medis Jadi Sia-sia`

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 17 November 2020 10:01
Titahkan Aparat Tegas, Jokowi: `Jangan Sampai Upaya Tenaga Medis Jadi Sia-sia`
Jokowi menyatakan Pemerintah tidak akan segan bertindak tegas pada pelanggar protokol kesehatan.

Dream - Presiden Joko Widodo menyatakan aparat harus tegas dalam menegakkan disiplin protokol kesehatan. Sikap ini perlu ditempuh agar masyarakat patuh dan menjalankan protokol pencegahan Covid-19.

" Ketegasan diperlukan mengingat angka-angka kasus aktif dan kesembuhan Covid-19 di Indonesia menunjukkan perbaikan, lebih baik dari rata-rata dunia," ujar Jokowi melalui Instagram.

Jokowi mengingatkan jangan sampai perkembangan penanganan Covid-19 yang baik di Indonesia rusak hanya karena tidak fokus. " Karena tidak berani mengambil tindakan hukum yang tegas di lapangan," kata Jokowi.

Dia juga mengingatkan para dokter, perawat, tenaga medis, dan paramedis sudah berjuang dan berkorban dalam penanganan Covid-19. Mereka dengan sukarela selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan mencurahkan tenaga untuk merawat para pasien Covid-19.

 

1 dari 5 halaman

Pemerintah Tidak Segan

Mereka bahkan merelakan kepentingan pribadi demi menyelamatkan nyawa para pasien yang terkena Covid-19. Bahkan sampai tidak bisa berkumpul dengan keluarga.

" Jangan sampai apa yang telah dikerjakan oleh para dokter, perawat, tenaga medis, paramedis menjadi sia-sia," kata Jokowi.

Pemerintah, kata Jokowi, tidak akan segan bertindak tegas terhadap semua kegiatan yang bertentangan dengan protokol kesehatan. Serta menindak setiap aktivitas yang bertentangan dengan peraturan-peraturan yang ada.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 5 halaman

Jokowi: Keselamatan Rakyat di Tengah Pandemi Covid-19 Jadi Hukum Tertinggi

Dream - Presiden Joko Widodo menegaskan penegakan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 harus dijalankan dengan tegas demi menjaga keselamatan rakyat.

" Keselamatan rakyat di tengah pandemi Covid-19 saat ini merupakan hukum tertinggi," ujar Jokowi melalui Instagram.

Jokowi menegaskan penegakan disiplin protokol kesehatan harus dilakukan kepada setiap orang yang melakukan pelanggaran. Karena tidak semua orang kebal virus corona.

" Setiap orang bisa menularkan ke yang lainnya di dalam kerumunan," kata Jokowi.

3 dari 5 halaman

Perintah Jokowi

Jokowi telah memerintahkan Kapolri, Panglima TNI, dan Ketua Satgas Penanganan Covid-19, untuk menjalankan tindakan tegas terhadap semua pihak yang melanggar pembatasan untuk mencegah penularan Covid-19.

" Jangan hanya sekadar imbauan, tapi dengan pengawasan dan penegakan aturan di lapangan," kata dia.

Upaya pemerintah perlu mendapat dukungan dan kepercaya masyarakat agar pandemi dapat dikendalikan. Juga agar setiap langkah pencegahan yang dilakukan pemerintah bisa berjalan efektif.

Jokowi juga meminta Menteri Dalam Negeri untuk menegur para kepala daerah agar memberikan contoh baik kepada masyarakat. Baik itu gubernur, bupati maupun wali kota.

" Jangan malah ikut berkerumun," kata Jokowi.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

4 dari 5 halaman

'Dari Hati Terdalam, Mohon Lakukan Gerakan Bersama Perang Semesta Covid-19'

Dream - Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Adib Khumaidi, melaporkan sebanyak 162 dokter gugur akibat Covid-19 selama delapan bulan terakhir. Data terakhir meningkat dibandingkan posisi 10 November 2020 yang masih tercatat sebanyak 159 dokter meninggal.

" Kemudian antara 10 November hingga sekarang ada beberapa dokter, ada dua atau tiga dokter yang meninggal dikarenakan Covid," kata Adib, dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube BNPB.

Menurut Adib, lonjakan kasus positif baru berpengaruh terhadap angka kematian dokter. Lonjakan kasus terjadi, salah satunya disebabkan aktivitas masyarakat.

Adib menjelaskan pada Mei lalu terjadi lonjakan sebanyak 20 persen. Sedangkan pada Agustus lonjakan muncul sebanyak 10 persen.

" Positif rate yang terjadi di masyarakat juga berdampak pada lonjakan kasus kematian, kesakitan yang pada dokter dan tenaga kesehatan," ucap Adib.

5 dari 5 halaman

Dokter dan Tenaga Kesehatan Benteng Terakhir

Adib menyatakan pihaknya tidak berharap lonjakan kembali terjadi pada bulan-bulan ini. Dia pun mengingatkan garda terdepan menghadapi pandemi Covid-19 adalah masyarakat.

" Kami itu benteng terakhirnya, kami menunggu jangan sampai ada yang sakit," ucap Adib.

Dia pun meminta masyarakat untuk selalu patuh prokol kesehatan. Rutin menerapkan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak dapat menurunkan risiko penularan lebih dari 90 persen.

" Jadi itu yang perlu menjadi perhatian sehingga mau tidak mau garda terdepannya adalah masyarakat," kata Adib.

Beri Komentar