Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Selama ini pelajaran matematikan menjadi momok bagi para pelajar. Beberapa di antaranya menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang sulit dan membosankan.
Tak hanya bagi pelajar, bagi para orang tua pun, mengajari anak-anaknya mata pelajaran matematika membutuhkan kesabaran dan tenaga yang ekstra. Jika tidak, hal tak mengenakan pun mungkin terjadi.
Seperti yang dirasakan seorang ayah sal Tiongkok ini, ia merasa sangat frustrasi karena membantu putranya belajar matematika hingga terkena serangan jantung.
Insiden ini terjadi pada bulan September 2020 lalu, ketika pria berusia 45 tahun yang bermarga Liu itu, tengah membantu sang anak yang merupakan siswa kelas tiga mengerjakan tugas matematika.
Dilansir dari Oddity Central, Liu mengaku kerap mengalami sakit dan nyeri di bagian dada setiap kali bingung menjelaskan masalah.
Saat itu, Liu membantu putranya mengerjakan tugas matematika. Ia mengatakan akan terus mengulangi pertanyaan yang sama kepada putranya, yang belum berhasil memberikan jawaban.
Tiba-tiba, Liu merasakan nyeri di bagian dada. Nyeri tersebut terasa sangat hebat hingga ia mengalami sesak napas.
Sadar ada sesuatu yang salah dengan kesehatannya, Liu langsung melapor ke Rumah Sakit di Shenzhen keesokan harinya di mana Liu mulai kejang dan mulutnya berbusa sebelum ia pingsan.
Beruntungnya, petugas medis datang tepat waktu dan bisa menyelamatkan nyawa Liu. Pemeriksaan mengungkap, Liu menderita infark miokard.
Kondisi tersebut membuat arteri koroner utama Liu hampir sepenuhnya tersumbat sehingga memutus aliran darah ke jantung.
Dokter mengatakan, bahwa kondisi Liu ini dipicu oleh emosi, yakni rasa frustrasi ketika ia mengajarkan matematika pada putranya.
Kegelisahan yang dialami Liu menyebabkan tekanan darahnya melonjak yang pada gilirannya merusak pembuluh darah dan jantung.
Selain itu, kebiasan merokok juga menyebabkan kondisi tersebut semakin parah hingga Liu mengalami serangan jantung yang hampir merenggut nyawanya.
Melalui operasi darurat, Liu berhasil diselamatkan. Saat ini, Liu masih menjalani pemulihan di rumah sakit.
Sumber: Oddity Central
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam