Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sholat Malam (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Ramadan menjadi Bulan Suci yang istimewa dibandingkan bulan-bulan lainnya. Saat Ramadan, semua ibadah diberi pahala berlipat ganda sehingga umat Islam berlomba-lomba berbuat kebaikan.
Salah satu keistimewaan Ramadan adalah turunnya Lailatul Qadar atau malam seribu bulan. Saking banyaknya keistimewaanya, muslim berusaha meningkatkan ibadahnya dan amal sholehnya di malam tersebut.
Meski demikian, tidak ada yang tahu pasti kapan lailatul qadar diturunkan pada setiap Ramadan. Hanya Allah SWT saja yang tahu sehingga kita tetap harus rajin beribadah setiap malam.
Tapi, apakah Lailatul Qadar hanya jatuh setiap bulan Ramadan?
Mayoritas ulama meyakini Lailatul Qadar hanya ada di bulan Ramadan. Meski tak diketahui tepat pasti turunnya, Rasulullah Muhammad SAW menambah porsi ibadah dan amal salehnya di 10 malam terakhir Ramadan.
Dasarnya adalah hadis riwayat Bukhari, dari Aisyah RA.
''Ketika memasuki sepuluh akhir Ramadan, Nabi SAW fokus beribadah, mengisi malamnya dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk ikut ibadah."

Dalam riwayat yang lain, Rasulullah menjelaskan lebih lanjut bahwa turunnya Lailatul Qadar jatuh setiap tanggal ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan. Hal ini termuat dalam hadis berikut.
Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil sepuluh terakhir Ramadan.
Pendapat kedua menyebutkan malam seribu bulan ini bisa turun di luar Ramadan. Seperti yang dijelaskan oleh Abdul Wahab As Sya’rani dalam kitab Mizanul Kubro sebagai berikut.
" Lailatul Qadar terjadi bulan Ramadan saja, namun menurut Abu Hanifah juga bisa terjadi pada setiap bulan. Pendapat yang pertama ketat, sementara pendapat kedua lebih longgar."

Pendapat pertama jelas ada dasarnya. Sedangkan pendapat kedua lebih pada pengalaman spiritual. Di mata ulama yang sepakat dengan pandangan kedua, setiap malam yang bisa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT adalah lailatul qadar.
Apapun pandangannya, beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT memang semestinya dilakukan setiap hari.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya