Dream - Apakah Anda masih ingat dengan Valeria Lukyanova? Ya, dialah Manusia Barbie dari Rusia.
Penampilan fisik Valeria memang seperti boneka Barbie. Matanya biru besar menyala, pinggang kecil dan hidung mungil, serta kulit putih mulus.
Beberapa sumber bahkan mengatakan dia adalah 'Boneka Barbie Hidup Yang Sesungguhnya'.
Namun jika melihat penampilannya sekarang, Anda mungkin tak mengenalnya. Gelar sebagai Boneka Barbie Hidup sudah seharusnya dilepas Valeria.
© Dream
Sebelumnya, banyak yang terkejut dengan penampilan Valeria, dengan operasi plastik ekstrim yang mengubah dirinya dari manusia menjadi boneka!
Untuk menjaga bentuk tubuh dan kecantikannya, Valeria katanya mengikuti diet ketat sehingga bisa dibilang 'hampir tidak makan apa-apa'.

Tapi sekarang, dia rupanya sudah menyadari bahwa menjadi 'Barbie' benar-benar tidak cocok untuknya. Lagipula biaya untuk tetap tampil bak boneka ternyata sangat mahal harganya.
© Dream
Untuk itu Valeria rupanya berniat kembali menjadi dirinya. Dari penampilan yang sekarang, terlihat dia telah mengubah pola makan dan menjalani latihan rutin. Dia berubah menjadi seorang wanita seksi, namun terlihat berotot.

Valeria tampak sehat dan 'lebih normal' daripada sebelumnya ketika ia berpakaian seperti 'sebuah' Barbie.(Sah)
Advertisement

JK: Dalam Dunia Hari Ini, Lebih Berbahaya Kekurangan Listrik Ketimbang Kekurangan Beras

Jusuf Kalla Ajak Dekan Teknik Makassar Pelajari Industri Teknologi Langsung di China

SBY Bicara Pemerintahan di Endgame Town Hall: Saya Tak Pernah Berselingkuh dengan Konstitusi

Hari Ozon Sedunia, Ketahui Fakta Penting Lapisan Pelindung Bumi


5 Kebiasaan Malam yang Disarankan Pakar agar Bisa Hidup Lebih Panjang

Social Contagion: Mengapa Tren Memakai Parfum Bisa Ikut Menyebar di Kalangan Anak SD?

Jusuf Kalla Ajak Dekan Teknik Makassar Pelajari Industri Teknologi Langsung di China


Menerka Alasan Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar di Tengah Kasus Suap HGB

Cara Mengurangi Kebiasaan Ngiler Saat Tidur: 6 Langkah yang Bisa Dicoba

9 Kebiasaan dalam Hubungan yang Sering Dikira Toxic, Padahal Bisa Berdampak Positif