Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Kaligrafi Rasulullah Muhammad SAW (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Islam diturunkan kepada Rasulullah Muhammad SAW untuk disebarkan. Rasulullah sendiri diketahui berdarah Arab.
Dalam catatan sejarah, Rasulullah lahir pada 12 Rabiul Awwal yang bertepatan dengan 29 Agustus 580. Orangtuanya, Abdullah bin Abdul Muthallib dan Aminah adalah orang Arab tulen.
Meski seorang Arab, risalah Rasulullah diperuntukkan bagi seluruh umat manusia. Ajaran yang disampaikan Rasulullah tidak lekang oleh waktu dan bisa diterapkan lintas zaman.
Lantas, mengapa Rasulullah yang berasal dari golongan Arab dipilih menyebarkan Islam?
Dikutip dari NU Online, ulama tafsir Muhammad Quraish Shihab dalam bukunya Membaca Sirah Nabi Muhammad dalam Sorotan Alquran dan Hadis-hadis Shahih, mengutip pendapat ulamat Mesir, Syeikh Mutawalli As Sya'rawi, menjelaskan, bangsa Arab dikenal punya semangat menjelajah, hidup berpindah-pindah dan senang berperang.
Karakter ini dinilai menjadi sebab Bangsa Arab selalu siap menyebarkan risalah kenabian meski mengorbankan jiwa raga. Itulah dasar dipilihnya rasul dari golongan Arab.
Ulama India, Abu Hasan An Nadwi, menjelaskan dipilihnya Rasulullah yang notabene merupakan orang Arab oleh Allah karena alasan tersebut. Beberapa di antaranya, masyarakat Arab kala itu memiliki jiwa yang relatif bersih dan belum ternodai oleh ide-ide buruk sulit dihapus.
Selain itu, tidak ada keangkuhan dan kesombongan dalam hati mereka. Tetapi, hati tertutup keluguan dan kebodohan sederhana.
Sifat bangsa Arab yang memiliki kemauan kuat, tegas, dan hitam-putih. Mereka memerangi Islam karena kebenaran di dalamnya tidak dipahami, namun berbalik menjadi pemeluknya begitu kebenaran sudah masuk dalam hati mereka.
Tak hanya itu, bangsa Arab tidak pernah dijajah imperium manapun. Mereka juga dikenal sebagai bangsa yang egaliter, merdeka, terbuka, berani, berterus terang dan tidak suka menipu diri sendiri.
Sumber: NU Online.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam