Samantha Elauf (http://www.newson6.com/)
Dream - Produsen pakaian kenamaan, Abercrombie & Fitch, diadili di Mahkamah Agung Amerika Serikat. Perusahaan tersebut dituduh telah menolak perempuan yang melamar kerja, Samantha Elauf (17), karena mengenakan hijab.
Dalam keterangan di persidangan, Abercrombie menyatakan memiliki kebijakan yang melarang staf penjualan –yang mereka sebut sebagai model– untuk mengenakan penutup topi atau penutup kepala lainnya. Perusahaan itu menyatakan, Elauf seharusnya sudah paham dengan kebijakan itu sebelum melakukan wawancara pada 2008 silam.
“ Sebelum wawancara, Nona Elauf tahu posisi yang dibutuhkan untuk memeragakan koleksi Abercrombie, tahu gaya pakaian yang dijual Abercrombie dan juga tahu Abercrombie tidak menjual jilbab,” demikian keterangan persidangan sebagaimana dikutip Dream dari Al Arabiya, Senin 23 Februari 2015.
Kasus ini diajukan oleh Komisi Kesetaraan Kesempatan Kerja (EEOC), yang mewakili Elauf. Pengacara dari EEOC mengatakan, hak Elauf untuk bekerja dilindungi oleh Undang-Undang Hak Sipil tahun 1964.
Di bawah undang-undang tersebut, tidak ada yang bisa menolak pekerjaan berdasarkan agama mereka, kecuali majikan tidak dapat mengakomodasi keyakinan agama seseorang, tanpa dampak negatif terhadap bisnis.
Sebelumnya, pengadilan tingkat pertama memenangkan Elauf, tapi dia kalah pada tingkat banding di Denver, Colorado. Pengadilan banding memutuskan bahwa UU Hak Sipil Tahun 1964 hanya melindungi karyawan yang memberikan “ pemberitahuan eksplisit kebutuhan untuk akomodasi agama.”
Mahkamah Agung AS, menyatakan putusan banding itu bisa menyebabkan hasil yang tidak rasional dalam kasus lain juga. Kasus ini telah mendapat dukungan dari kelompok-kelompok hak-hak agama dan pemerintahan Presiden Barack Obama.
Menurut EEOC, kasus tentang diskriminasi agama telah meningkat tajam selama beberapa tahun terakhir. Berdasar catatan mereka, kasus seperti ini memiliki melonjak dua kali lipat dalam 15 tahun terakhir. Kasus ini diharapkan selesai pada Juni tahun ini. Baca Juga: Lulu Elhasbu: Menghias Hijab Tanpa Aksesori Muthia: Celana Panjang `Senjata Ampuh` Hijaber Saat Traveling Ardiatami: Hijaber Kasual Bercelana Palazo UNA: Mukena Modis Harga Ekonomis Dian Pelangi Siap 'Gebrak' London Shafira Encyclo: Desain Penuh Warna Wakilkan Semangat Hijaber Radeesya: Hijaber Terlihat Feminin Lewat Gamis Asimetris NIMA: Hijaber Wajib Punya Long Outer Ini Mozlineshop: Elegan di Pesta dengan Gamis Hitam dan Hijab Emas
Advertisement
Tumpukan Sampah Acara Ideafest 2026 Ternyata Diolah dengan Ekonomis

Ideafest 2026, Serunya Eksplorasi Ide di Rumah Indofood

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?


Masalah Keuangan Berkepanjangan Bisa Berkaitan dengan Penuaan Otak Lebih Cepat, Ini Penjelasannya

Pemeriksaan Kesehatan yang Penting untuk Perempuan Usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an


Tembus 21 Juta Views, 'Kasih Aba-Aba 2.0' Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok Untuk Sambut Shopee 9.9

Saat Borobudur Dibangun, Apa Saja yang Terjadi di Seluruh Dunia?

Pencarian 5 Jurnalis Berlanjut, Merdeka.com dan iNews Terus Berkoordinasi dengan SAR

Tumpukan Sampah Acara Ideafest 2026 Ternyata Diolah dengan Ekonomis