Etnis Rohingya Di Titik Pengungsian Di Bangladesh (PPPA Daarul Quran)
Dream - Tragedi yang dialami etnis Rohingya di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, mengiris hati masyarakat dunia. Kekerasan melampaui batas kemanusiaan dialami etnis tersebut, bahkan mereka sampai terusir dari kampung halamannya sendiri.
Tak ingin berpangku tangan melihat kesengsaraan etnis Rohingya, PPPA Daarul Quran mengutus tim relawan kemanusiaan. Tim yang terdiri dari formasi relawan siaga dan medis yang akan bekerja sama dengan jaringan masyarakat lokal di Bangladesh.
Tim ini membawa amanah bantuan sosial baik makanan dan obat-obatan. Bantuan disalurkan dengan target warga Rohingya di sejumlah titik pengungsian.
Direktur Eksekutif Daqu, Tarmizi As Shidiq, menyatakan saat ini pihaknya tengah mempersiapkan perizinan demi bisa masuk ke kantong-kantong pengungsi. Tim akan berangkat pekan ketiga bulan September dan menggandeng sejumlah organisasi nonpemerintah (Non Goverment Organisation/NGO).
" Kerja sama dan persatuan ini sangat penting untuk membantu Rohingya. Semoga dalam waktu cepat PPPA bisa memberangkatkan tim ke sana," ujar Tarmizi melalui keterangan tertulis diterima Dream, Kamis, 7 September 2017.
Tarmizi mengatakan pemberangkatan tim relawan yang akan memberikan bantuan logistik, medis, dan trauma healing merupakan langkah awal. Selanjutnya, Daqu menggelar program jangka panjang seperti pendampingan melalui dakwah Alquran.
" Karena memang itu ciri khasnya PPPA, menyelipkan nilai-nilai tahfizul Quran di setiap gerakan dakwahnya," ucap dia.
Selain itu, Daqu juga menggelar doa bersama untuk Rohingya pada Jumat, 8 September 2017. Doa bersama ini digelar serentak di pesantren dan rumah tahfiz Daqu di seluruh Indonesia setelah Ashar.
" Doa bersama juga akan dilaksanakan di kantor pusat PPPA Daarul Quran yang berlokasi di Ciledug, Tangerang. Mudah-mudahan ikhtiar dan kepedulian kita semua untuk membantu saudara-saudara Muslim Rohingya, kita sama-sama mengetuk pintu langit agar tragedi kemanusiaan ini segera berakhir," kata Tarmizi.(Sah)
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Masalah Keuangan Berkepanjangan Bisa Berkaitan dengan Penuaan Otak Lebih Cepat, Ini Penjelasannya

Pemeriksaan Kesehatan yang Penting untuk Perempuan Usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an


Tembus 21 Juta Views, 'Kasih Aba-Aba 2.0' Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok Untuk Sambut Shopee 9.9


Tak Cukup Lihat Klaim di Kemasan, Orang Tua Perlu Lihat Bukti di Balik Susu Formula Anak

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global