Disiplin Protokol Covid-19 di Lokasi Wisata Mengendur Saat Libur Panjang

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 5 November 2020 13:01
Disiplin Protokol Covid-19 di Lokasi Wisata Mengendur Saat Libur Panjang
Masyarakat cukup kesulitan menerapkan protokol kesehatan di tempat wisata.

Dream - Kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan menjadi kunci memutus rantai penularan Covid-19. Sayangnya, muncul tren penurunan dalam penerapan penggunaan masker dan jaga jarak di tempat wisata di masa libur panjang.

Anggota Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah, mengatakan temuan ini didapat dari pemantauan terhadap 1.026.138 orang yang berkunjung ke 173.079 tempat wisata di 407 kabupaten dan kota di Indonesia. Periode pemantauan dijalankan pada 28 Oktober hingga 1 November 2020.

" Kalau kita lihat trennya saat libur panjang lebih sedikit turun dibandingkan hari-hari sebelumnya pada pekan berbeda," ujar Dewi dalam talk show virtual " Covid-19 Dalam Angka: Protokol Kesehatan di Tempat Wisata" .

 

1 dari 5 halaman

Persentase Kepatuhan Pakai Masker

Berdasarkan data yang dia terima, Dewi mengatakan pada Rabu, 28 Oktober 2020 persentase kepatuhan memakai masker di tempat wisata sebanyak 88,50 persen. Angka ini menurun dibandingkan hari yang sama pekan sebelumnya sebanyak 88,62 persen.

Sehari kemudian yaitu Kamis, 29 Oktober 2020, persentase kepatuhan turun dari 89,77 persen di pekan sebelumnya menjadi 87,73 persen. Di Jumat, 30 Oktober 2020, kepatuhan memakai masker di tempat wisata turun signifikan dari 88,82 persen ke 86,25 persen.

Pada Sabtu, 31 Oktober kembali terjadi penurunan persentase kepatuhan protokol kesehatan. Tercatat tingkat kepatuhan turun signifikan dari 89,09 persen menjadi 86,35 persen.

" Minggu turun dari 85,88 persen menjadi 85,06 persen," kata Dewi.

 

2 dari 5 halaman

Kepatuhan Jaga Jarak di Tempat Wisata

Penurunan tingkat kepatuhan jaga jarak juga terjadi dalam kurun waktu tersebut. Seperti pada 28 Oktober, tingkat kepatuhan jaga jarak hanya 83,35 persen dari hari yang sama pekan sebelumnya sebesar 84,32 persen.

Pada Kamis, 29 Oktober 2020 jadi 79,04 persen. Padahal, pekan sebelumnya sebanyak 84,70 persen.

" Jumat turun dari 82,57 persen menjadi 81,08 persen," kata Dewi.

Pada Sabtu, 31 Oktober terjadi penurunan cukup tajam menjadi 78,49 persen. Di pekan sebelumnya, tingkat kepatuhan jaga jarak tercatat 83,31 persen.

Sedangkan pada Minggu, 1 November, penurunan tingkat kepatuhan tercatat hampir tiga persen. Dari 80,12 persen pada pekan sebelumnya menjadi 77,80 persen.

" Jadi kemungkinannya orangnya banyak, berkumpul dalam satu waktu akhirnya kemampuan untuk menjaga jarak sulit," kata Dewi.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

3 dari 5 halaman

Pemerintah Tingkatkan Kebutuhan Penanganan Pasien Covid-19 di Daerah

Dream – Kebutuhan penanganan pasien Covid-19 sejauh ini sudah disiapkan oleh pemerintah di berbagai daerah.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito merinci, saat ini terdapat 422 laboratorium pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction) dan TCM (Tes Cepat Molekuler) yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

“ Pemerintah telah menyiapkan stok reagen PCR untuk 795 ribu spesimen dan reagen RNA sebanyak 686 ribu spesimen,” tutur Wiku ketika memberikan keterangan pers di Kantor Presiden Jakarta, Selasa 3 November 2020.

4 dari 5 halaman

Distribusi Obat-Obatan

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan penyediaan obat penanganan pasien Covid-19 yang mengacu pada Protokol Tata Laksana Covid-19.

Obat-obatan itu sebagian besar sudah diproduksi oleh industri farmasi nasional. Sedangkan bahan baku pembuatan obat sudah masuk ke Indonesia sejak April 2020 kemarin.

Wiku mengatakan obat telah terdistribusi dengan selamat ke 34 dinas kesehatan provinsi dan 779 rumah sakir di seluruh Indonesia.

“ Per 31 Oktober 2020, obat sudah didistribusikan ke 34 dinas kesehatan provinsi dan 779 rumah sakit,” jelas Wiku seperti dikutip Dream dari laman covid19.go.id.

5 dari 5 halaman

Utamakan Kualitas Pelayanan Pasien

Sedangkan untuk tindakan antisipasi pemenuhan kebutuhan obat hingga Desember 2020, pemerintah saat ini sedang melakukan pengadaan obat.

Pemerintah terus mencanangkan dan meningkatkan kedisiplinan pelaksanaan protokol kesehatan, di seluruh lapisan masyarakat untuk terus menerus menekan angka pertambahan kasus positif Covid-19.

Pihak Satgas Penanganan Covid-19 terus mengimbau kepada penyedia fasilitas kesehatan, supaya terus meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pasien Covid-19.

“ Perbanyak rumah sakit atau bed (tempat tidur) yang etrkait keadaan darurat jika diperlukan. Pemerintah daerah diminta berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan dan Satgas pusat, jika membutuhkan bantuan dalam penanganan Covid-19,” ucapnya.

 

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar