Pengungsi Rohingya menghenyak dunia. Mereka terusir dari kampung halaman, Myanmar. Berpindah dari satu negara ke negara lain. Terapung berbulan-bulan di lautan.
Pemandangan seorang bocah pengungsi muslim Rohingya tidur sendirian beralas dipan dengan telanjang dada, membuat ikon motivator Indonesia kehabisan kata.
"Pertama kami ingin memuliakan tamu, apalagi kita saudara seiman," kata Ketua Majelis Ulama Nangroe Aceh (MUNA) Kota Langsa, Tengku (Abi) Zainal Abidin.
Tangis Peggy Melati Sukma pecah saat mendengar kisah seorang gadis pengungsi Rohingya di Aceh Utara. Dia peluk erat gadis yang bercerita dengan buraian air mata itu.
"Kita ingin meneguhkan kembali bahwa bangsa Indonesia, termasuk masyarakat Aceh, bahwa kita tidak akan tanggung-tanggung untuk membantu orang-orang Rohingya," kata Vice President ACT, Insan.
"Saat kami tolong mereka, tak ada di hati selain iba. Saya membayangkan saat itu, seandainya mereka itu adalah kami, tentu kami saat itu akan sangat berharap pertolongan dari siapa pun," kata Adenan.
Kapal nyaris tenggelam. Pengungsi melompat ke laut sambil histeris dan berteriak Allahu Akbar. "Mereka meminta tolong dengan bahasa mereka. Sedih kami melihatnya."