Para finalis pun terlihat sangat antusias, "Aku sangat bahagia dan ini pertama kalinya mencoba membatik. Cantik dan indah. I'm so excited," ujar Nazrien, finalis dari India.
Mereka berlenggak-lenggok bak peragawati dalam ajang pamer busana dunia. Tak ada rasa canggung. Gelak tawa membuncah dari dalam gerbong yang disewa khusus itu.
Keseruan pada Minggu petang kemarin tidak selesai sampai situ saja, para finalis rupanya sudah ditunggu anak-anak yatim yang akan menjadi juri kehormatan.
Setelah cukup beristirahat di rumah warga desa wisata Pentingsari, Sleman, Yogyakarta sekitar pukul 8.00 pagi mereka berkumpul di sebuah joglo di pedesaan.
Di Kampung ini terdapat warga 300 binaan yang rutin mendapatkan materi. Hasil karya mereka dipasarkan di sekitaran Jakarta, Bogor, Depok dan Tangerang.
"Kami saling belajar dari pengalaman yang mereka ceritakan. Bahkan saya ingin belajar kelebihan yang masing-masing teman di sini miliki," ujar Dina Torkia, finalis dari Inggris.