Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pemerintah Menutup Akses Akun Instagram Penyebar Konten LGBT.
Dream – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah memblokir akun Instagram alpantuni yang dianggap telah menyebarkan konten komik bernuansa pornografi dan juga Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).
Kementerian ini menegaskan takkan segan memblokir akun berkonten negatif. Menteri Kominfo, Rudiantara, mengatakan konten Alpantuni telah diblokir.
“ Saya barusan cek laporannya sudah ngga ada. Alpantuni ada, tapi kontennya nggak ada,” kata dia di Jakarta, Rabu 13 Februari 2019.
“ Ya harus dong (blokir). Orang yang mempromosikan LGBT, ya, bertentangan dengan kita, dengan kaidah kesehatan, agama, budaya. Itu, kan, tidak sesuai dengan budaya Indonesia,” kata dia.
Menurutnya, Kemenkominfo sudah berkoordinasi dengan Instagram sejak satu minggu lalu terkait masalah ini.
" Kominfo sudah menghubungi sejak minggu lalu. Karena komik itu ada di Instagram sudah minggu lalu," kata dia.
Dikutip dari setkab.go.id, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu, mengatakan akun Instagram Alpantuni telah diblokir. Penutupan ini tercatat mulai pagi tadi.
Salah satu kanal media sosial, yaitu Instagram, telah memenuhi permintaan yang dilayangkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk melakukan penutupan akses (blokir) terhadap akun instagram Alpantuni karena memuat konten pornografi.
“ Tercatat, mulai hari ini Rabu (13/02/2019) pukul 05.00 pagi akun tersebut tidak bisa diakses lagi,” kata Ferdinand.
Sebelumnya permintaan pemblokiran terhadap akun tersebut dilakukan setelah Direktorat Pengendalian Konten Internet Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo menerima laporan publik dan melakukan verifikasi.
Dikatakan bahwa akun tersebut melanggar pasal 27 ayat 1 Undang-Undang ITE. Di pasal tersebut setiap orang dilarang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.
“ Hasil verifikasi menunjukkan semua konten yang dimuat dalam akun instagram Alpatuni memenuhi unsur Pasar 27 ayat 1 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik mengenai distribusi konten pornografi,” kata dia.
Ferdinand juga mengapresiasi publik yang ikut melaporkan akun Alpantuni melalui fitur report di Instagram. “ (Cara ini) mempercepat proses takedown,” kata dia.
Ferdinand juga mengimbau warganet untuk melaporkan akun media sosial palsu atau konten internet dan media sosial yang diduga mengandung konten negatif melalui saluran pengaduan konten twitter @aduankonten, website aduankonten.id dan nomor WA 08119224545. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya