Peneliti Harvard Sarankan Suami Istri Tetap Pakai Masker Saat Berhubungan Intim

Reporter : Sugiono
Sabtu, 6 Juni 2020 13:40
Peneliti Harvard Sarankan Suami Istri Tetap Pakai Masker Saat Berhubungan Intim
Peneliti Harvard University membagikan tips agar bisa tetap menyenangkan pasangan di tengah pandemi Covid-19.

Dream - Baru-baru ini para peneliti menemukan virus corona di beberapa sampel sperma pasien Covid-19. Namun belum dapat ketahui secara pasti apakah virus Covid-19 dapat ditularkan secara seksual atau tidak.

Terlepas dari temuan itu, peneliti Harvard University menyarankan cara aman berhubungan intim di tengah pandemi Covid-19 bagi pasangan suami istri.

Tetapi, sebelum membaca artikel lebih jauh, perlu diingatkan bahwa ini bukan hasil penelitian mereka.

Saran ini dibuat peneliti Harvard University agar tetap bisa menyenangkan pasangan dengan aman dan nyaman di tengah pandemi Covid-19.

1 dari 5 halaman

Hati-hati Berhubungan Intim di Tengah Pandemi

Peneliti Harvard mengingatkan agar tetap berhati-hati saat berhubungan intim di tengah pandemi Covid-19.

Kita tidak tahu apakah pasangan kita tertular atau tidak. Karena bisa saja pasangan kita pulang dari bepergian ke tempat yang masuk zona merah.

Ada peluang juga bahwa pasangan kita merupakan salah satu pasien OTG atau Orang Tanpa Gejala. Dia tak menunjukkan gejala tapi sebenarnya sedang sakit Covid-19.

2 dari 5 halaman

Tips Menyenangkan Pasangan di Tengah Pandemi

Selain itu, ada beberapa hal yang perlu kita hindari jika ingin mengurangi risiko tertular Covid-19 tapi tetap bisa menyenangkan pasangan.

  1. Hindari berciuman

  2. Hindari pasangan dengan gejala Covid-19

  3. Hindari melakukan oral seks

  4. Biar lebih aman, pakailah kondom

  5. Pakailah masker.

  6. Mandi sebelum dan sesudah berhubungan intim

  7. Segera bersihkan kamar dan tempat tidur setelah selesai menggunakannya dengan dilap pakai alkohol atau air sabun.

Kedengarannya cukup merepotkan. Tetapi ini penting dilakukan jika ingin tetap aman dari Covid-19 tanpa mengurangi kemesraan bersama pasangan.

Sumber: World of Buzz

3 dari 5 halaman

Virus Corona Ditemukan di Air Mani Pasien

Dream – Bicara tentang virus Covid-19, selalu ada penemuan-penemuan baru. Misalnya, kepingan puzzle terbaru yang berasal dari sebuah penelitian kecil yang dilakukan di China.

Penelitian ini menunjukkan ada kode genetik RNA virus corona dalam air mani pasien muda yang terinfeksi virus corona.

Menurut laman Sciencealert, penelitian yang dipublikasikan di JAMA Network Open itu melibatkan 38 pasien yang menjalani perawatan untuk virus corona dengan kondisi parah di Rumah Sakit Kota Shangqiu di provinsi Henan.

Sebanyak 15 pasien memberikan sampel semen selama fase akut penyakit mereka dan 23 orang lagi memberikannya setelah pulih. Pada empat dari 15 pasien dengan penyakit akut dan dua dari 23 pasien yang sembuh, ditemukan RNA virus corona dalam sampel semen mereka.

Temuan baru ini berbeda dengan hasil penelitian sebelumnya yang melibatkan 12 pasien corona.

4 dari 5 halaman

Faktanya

Namun, penyelidikan sebelumnya lebih fokus pada pasien dengan penyakit ringan setelah mereka pulih. Sedangkan penelitian ini fokus pada pasien yang dirawat di rumah sakit dengan penyakit parah dan semua sampel dalam penelitian terbaru ini diambil selama terinfeksi atau segera setelah pemulihan.

Faktanya, semua sampel air mani yang ditemukan memiliki viral load pada pasien yang pulih diambil pada hari ke dua dan hari ke tiga setelah pemulihan.

Jadi perbedaan antara penelitian sebelumnya dan yang sekarang mungkin merupakan hasil dari perbedaan keparahan penyakit dan waktu pengambilan sampel.

5 dari 5 halaman

Imunoprivileged

Testis, bersama dengan mata, plasenta, janin, dan sistem saraf pusat, dianggap sebagai " situs immunoprivileged”. Artinya, mereka dilindungi dari peradangan parah yang terkait dengan respons imun.

Ini mungkin adaptasi evolusioner yang melindungi struktur vital. Jadi, ini adalah celah di mana virus dapat terlindungi dari respons imun inang.

Situs imunoprivileg mendapat perhatian sebagai tempat di mana virus dapat bertahan setelah pemulihan penyakit selama wabah virus Ebola Afrika Barat 2013-2016. Virus Ebola tetap dapat dideteksi dalam air mani beberapa orang yang selamat dari penyakit tersebut selama lebih dari 3 tahun dan penularan virus Ebola melalui hubungan seksual dapat terjadi beberapa bulan setelah pasien pulih.

Belum jelas apa implikasi dari temuan terbaru tersebut. Kehadiran RNA virus dalam semen pasien tak selalu menunjukkan adanya virus menular. Jadi, penting untuk menunjukkan apakah virus infeksi juga dapat diisolasi dari air mani pasien dan penyintas virus corona.

Sumber: Liputan6.com

Beri Komentar