Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Banner Jalur Gowes Gadis Desa (Foto: Twitter @hahahiheho)
Dream - Baru-baru ini foto sebuah banner yang menunjukkan jalur sepeda khusus untuk melihat gadis desa yang sedang mandi di sungai viral di media sosial.
Dilansir moreschick.pikiran-rakyat.com, lokasi banner tersebut diketahui berada di Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Jalur sepeda tersebut viral lantaran terdapat sebuah banner yang menunjukkan para peseda dapat melihat gadis desa yang sedang mandi di sungai dengan tubuh hanya ditutupi kain.
Bahkan, ada salah satu potret gadis desa yang sedang berfoto ria dengan para pesepeda.

Viralnya jalur sepeda 'gowes gadis desa' membuat camat setempat menyetop dan menutup jalur pesepeda tersebut.
Camat Karangploso, Indra Gunawan, menegaskan, tidak ada jalur sepeda atau rute gowes gadis desa seperti yang beredar di media sosial.
" Tidak ada di sini jalur gowes gadis desa, dan memang seterusnya tidak akan ada. Itu ulah orang pencari uang untuk dirinya sendiri," ujar Indra.

Menurut Indra, jalur gowes gadis desa tersebut muncul lantaran ada oknum yang menyusupi acara gowes bareng pada Minggu 6 September 2020. Oknum-oknum tersebut hanya ingin mencari uang.
" Itu ulah orang cari duit untuk kepentingannya sendiri, jadi acara gowes bareng disusupi oleh mereka," jelasnya.

Di tengah berlangsungnya acara, para penyusup mendirikan banner yang viral di media sosial. Banner tersebut ditaruh di jalur sepeda ekstrem.
" Banner jalur itu dibuat orang di jalur ekstrem atau di wilayah Donowarih. Maksudnya dan tujuannya mengajak selfie dan harus membayar," tegas Indra.
" Panitia sudah susah payah buat event, ternyata disusupi orang-orang pencari uang itu. Giat gowes bareng sebenarnya dibarengi dengan santunan anak yatim," tandas Indra.
Sumber: Moreschick.pikiran-rakyat.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya