Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Facebook.com/Raja Ampat)
Dream - Agustus telah tiba. Seperti tahun yang sudah-sudah, bulan ini selalu dihiasi kelir merah dan putih, baik itu cat, umbul-umbul, maupun dalam bentuk bendera. Merah putih mendominasi, dari kota hingga pelosok daerah.
Seluruh elemen masyarakat pun mulai memasang bendera merah putih di depan rumah guna merayakan Hari Ulang Tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 pada 17 Agustus mendatang.
Peringatan ini merupakan tradisi bagi rakyat Indonesia. Memasang bendera merah putih seolah menjadi sebuah kewajiban untuk mengingat jasa para pahlawana yang gugur demi merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa ini.
Tetapi bukan hanya rumah saja, perusahaan-perusahaan pun wajib melakukan hal yang sama! Tapi rupanya, ada juga kantor yang enggan memasang bendera merah putih. Inilah yang tengah ramai dibicarakan pengguna sosial media.
Kisah yang menjadi viral ini menyebut ada pegawai yang resign alias mengundurkan diri karena kantornya tak mau memasang bendera merah putih.
© Dream
Surat pengunduran diri itu ditulis oleh seorang wanita bernama Siti Nurainun. Siti merupakan pegawai sebuah resort di Raja Ampat, Papua.
Wanita 36 tahun itu memutuskan untuk keluar dari tempat kerjanya lantaran kecewa karena bos di kantornya menganggap pemasangan bendera merah putih tak penting.

Menurut informasi yang diunggah akun facebook Raja Ampat, kisah itu berawal saat Siti menyampaikan pesan dari Angkatan Laut.
Pesan itu berisikan imbauan agar speed boat yang merupakan transportasi untuk menuju resort hendaknya memiliki bendera merah putih di atasnya.
© Dream
Bukan mendapat sambutan yang baik, sang pemilik resort yang malah marah dan mengatakan kalau hal itu tidak penting dan menyebut bendera merah putih adalah bendera bodoh. Berhubung sang pemilik resort adalah orang Italia, ia malah ingin memasang bendera dari negaranya.

Selain itu, Siti juga berharap agar Angkatan Laut bisa meninjaklajuti resort tersebut. Ia juga meminta kepada petugas Depnaker Raja Ampat agar mengurus tenaga kerja di resort tersebut.
Pasalnya selama bekerja di Resort itu, Siti tak mendapat kontrak kerja yang jelas dan jaminan kesehatan.
Hal tersebut tentu membuat warganet geram. Dalam unggahan akun twitter Capres Abadi, tampak beragam respons yang diutarakan warganet.
" Ada yg tau akunnya depnaker dan pemerintah daerah setempat?atau akun yg terkait dengan perizinan usaha?" Tulis akun @Bob_Bee28.
" Usir wae dari Indonesia,ini sudah menghina harga diri kita sebagai bangsa indonesia." Tulis akun @sibayu1922.
Bagaimana menurut kalian?
(Facebook.com/Raja Ampat)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya