Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: Wajibbaca.com)
Kisah nenek ini sampai membuat banyak orang terenyuh.
Dream - Menjalani kehidupan dengan jujur dan tegar bukanlah hal mudah. Terlebih bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.
Banyak yang kemudian menyerah pada keadaan, dan akhirnya nekat menghalalkan segala cara demi mendapatkan uang. Tapi tidak dengan nenek yang satu ini.
Di usianya yang sudah renta dan kondisi hidupnya yang serba sulit, si nenek tetap memilih untuk hidup mandiri dan mencari nafkah secara halal.
Kisah nenek ini sampai membuat banyak orang terenyuh.
© Dream
Berikut kisahnya:
Seorang teman menceritakan kekagumannya pada seorang nenek yang mangkal di depan Pasar Godean, Sleman, Yogyakarta.
Ketika itu hari Minggu, saat dia dan keluarganya hendak pulang usai silaturahim bersama kerabat, mereka melewati Pasar Godean.
Ibu dan teman saya tergoda membeli ayam goreng di depan pasar untuk sajian makan malam. Kebetulan hari mulai gelap.
Di samping warung ayam goreng tersebut ada seorang nenek berpakaian lusuh bak pengemis. Duduk bersimpuh tanpa alas sambil merangkul tiga ikat sapu ijuk.
Keadaannya terlihat payah, lemah, dan tak berdaya. Setelah membayar ayam goreng, ibu teman saya bermaksud memberi Rp1000, karena iba dan menganggap nenek tadi pengemis.
Saat menyodorkan lembaran uang tadi, tidak diduga si nenek malah menunduk kecewa dan menggeleng pelan. Sekali lagi diberi uang, sekali lagi nenek itu menolak.
Penjual ayam goreng yang kebetulan melihat kejadian itu kemudian menjelaskan bahwa nenek itu bukanlah pengemis, melainkan penjual sapu ijuk.
Kemudian.......... baca di sini.