Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(www.nauapp.com)
Dream - Tak dapat dipungkiri nama menjadi sangat penting bagi kita sebagai identitas diri. Nama menjadi salah satu pembeda antara kita dengan orang lain. Dan di dalam nama terkandung sebuah doa dan harapan orangtua kepada kita.
Pemberian nama tidak dilakukan secara asal-asalan. Bahkan ada beberapa orang yang telah menyiapkan nama anaknya meskipun ia belum menikah atau belum punya anak. Baru-baru ini berita mengenai nama-nama yang unik bermunculan, mulai dari Tuhan, Saiton, Nama dan bahkan N.
Meskipun beberapa memandang sebelah mata arti nama-nama unik ini, tapi mereka yakin bahwa orangtua mereka memiliki maksud baik dalam pemberian nama ini. Selain nama unik, ada juga nama yang sering kita jumpai di Indonesia, yakni Udin, nama populer di Indonesia.
Mengapa banyak orang Indonesia bernama Udin? Selengkapnya klik di sini.
Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
Ayo berbagi traffic di sini!
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012