Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Sumber: Palestine-muslima.deviantart.com)
Islam menganjurkan para pria untuk tidak memilih wanita dengan beberapa kriteria berikut.
Dream - Allah telah menciptakan manusia berpasang-pasangan. Dan setiap pasangan harus mau menerima kekurangan satu sama lain. Karena tidak ada manusia yang sempurna.
Meski begitu, dalam Islam sangat dianjurkan bagi para pria untuk memilih wanita yang baik dan taat agamanya. Demikian pula bagi kaum wanita, dianjurkan untuk memilih pria yang baik dan taat agama sebagai pasangan.
Di samping itu, dianjurkan pula bagi para pria untuk tidak memilih wanita dengan beberapa karakter berikut ini:
1. Berbohong di setiap waktu
Islam sangatlah membenci perbuatan berbohong. Karena, berbohong dapat menghantarkan kita pada perbuatan dosa yang lebih besar.
Mungkin, awalnya ia hanya berbohong masalah kecil saja. Tapi untuk menutupi kebohongan itu ia dapat melakukan perbuatan berbohong yang lebih besar lagi.
Apabila seorang wanita senang senang berbohong maka hubungan suami istri tidak akan terjalin dengan baik karena tidka adanya keterbukaan satu sama lain. Bahkan kebohongan ini dapat menimbulkan adu domba antara suami istri. Inilah wanita yang haram dinikahi.
© Dream
2. Sering foya-foya dan berpesta
Ketika memilih wanita, seharusnya laki-laki juga memperhatikan hobi ini. Seorang wanita yang suka bepergian ke pesta dan berfoya-foya maka dapat mengganggu tanggung jawabgnya sebagai ibu rumah tangga.
Wanita ini biasanya lebih suka untuk pergi dan berkumpul dengan teman-temannya tanpa melakukan tugasnya sebagai seorang istri ataupun ibu.
Pekerjaan rumah yang seharusnya dikerjakan akan ditinggalkan. Hal ini bertentangan dengan ajaran Islam yang mengharuskan seorang wanita untuk mengurusi urusan rumah tangga sebagai ibu atau istri.
Jangan sampai karena salah memilih wanita, kita tidak mendapatkan hubungan pernikahan yang sempurna, bahkan bisa jadi pernikahan tidak bertahan lama.
Selengkapnya baca di sini. (Ism)