Keutamaan Qailulah, Amalan Sunah Beristirahat di Siang Hari

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 16 Mei 2019 20:00
Keutamaan Qailulah, Amalan Sunah Beristirahat di Siang Hari
Qailulah disunahkan bagi setiap Muslim di siang hari, bisa dengan tidur atau tidak.

Dream - Bagi orang yang bekerja, tentu mengenal waktu istirahat di siang hari. Biasanya diisi dengan makan dan sholat Zuhur.

Rupanya, Islam juga mengenal adanya istirahat siang. Amalan ini dalam syariat dikenal dengan qailulah. Amalan ini kerap dipahami dengan tidur siang dalam waktu singkat.

Qailulah merupakan amalan sunah di siang hari. Dalam sebuah hadis, Rasulullah Muhammad SAW menyatakan qailulah merupakan amalan yang membedakan manusia dengan setan.

Qailulah lah kalian karena sungguh setan itu tidak qailulah.

Alquran juga mengabadikan keutamaan qailulah. Dalam Surat Al Furqan ayat 24 disebutkan qailulah merupakan amalan para penghuni surga.

Penghuni-penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat Qailulahnya.

1 dari 2 halaman

Pengertian Qailulah

Dikutip dari Konsultasi Syariah, Imam Al Azhari menjelaskan makna qailulah sebagai berikut.

" Orang-orang Arab memahami qailulah adalah istirahat pertengahan siang, saat terik matahari memuncak. Meski tidak disertai dengan tidur. Dalilnya adalah penduduk surga juga melakukan qailulah namun mereka tidak tidur, karena di surga tidak ada tidur."

Terkait waktunya, ulama berbeda pendapat. Ada yang memandang qailulah dilaksanakan sebelum Zuhur, seperti Imam Syarbini.

 

2 dari 2 halaman

Waktu yang Tepat

Sementara, sebagian besar ulama memandang waktu qailulah yaitu setelah Zuhur. Ulama yang memegang pendapat ini seperti Al Munawi dan Al 'Aini.

Al Munawi menyatakan demikian.

" Qailulah adalah tidur di tengah siang, ketika matahari condong ke barat (waktu Zuhur) atau menjelang sebelum atau sesudahnya."

Sementara Al 'Aini berpendapat demikian: " Qailulah maknanya tidur di rentang waktu sholat Zuhur."

Di antara dua waktu tersebut, pendapat kedua yang paling tepat. Pendapat tersebut seperti tercantum dalam riwayat Imam Bukhari dan Muslim.

Sahl bin Sa'ad RA berkata, " Dahulu kami di zaman Rasulullah SAW tidaklah berqailulah atau makan siang kecuali setelah jumatan."

Sumber: konsultasisyariah.com

Beri Komentar
Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham