Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Ilustrasi
Dream - Para ahli meminta warga untuk tidak selfie saat berlangsung gerhana matahari. Alasannya, karena memiliki risiko mengalami kebutaan.
Inggris akan mengalami gerhana matahari sebagian pada Jumat pagi, 20 Maret 2015. Peristiwa ini akan membuat sebagian besar wilayah negara itu terasa seperti sore hari. Karena sinar matahari akan terhalang oleh bulan selama beberapa menit.
Bagi sebagian orang, peristiwa gerhana matahari adalah kejadian langka yang mendorong mereka untuk mengabadikannya. Namun, para spesialis mata mengingatkan warga untuk tidak menggunakan kamera ponsel untuk selfie.
" Pada 1999, saat terjadi gerhana matahari penuh, tak seorang pun yang punya ponsel pintar untuk mengabadikannya," kata Daniel Hardiman-McCartney, spesialis mata di College of Optometrists dikutip Dream.co.id dari laman BBC, Selasa 18 Maret 2015.
" Namun saat ini sudah banyak yang punya dan mereka tergoda untuk melakukannya."
Menurutnya, melihat sekilas pada gerhana matahari bisa membakar retina mata. Hal itu karena di saat gerhana, matahari memancarkan radiasi yang sangat kuat sehingga membahayakan mata.
" Mereka mungkin akan tergoda untuk selfie dengan melihat matahari saat mengatur komposisi di layar ponsel."
Karena gerhana adalah proses yang relatif lambat, bisa jadi orang-orang akan secara tidak sengaja menatap matahari selama beberapa menit.
" Meskipun gambar matahari di layar ponsel tidak berbahaya, tapi orang-orang mungkin akan berusaha melihat matahari dengan mata telanjang saat mengatur komposisi foto."
College of Optometrists mengatakan tidak ada metode yang aman untuk melihat gerhana secara langsung bagi warga umum. Meskipun mereka menggunakan filter gelap seperti kacamata hitam atau melalui peralatan seperti kamera, teropong atau teleskop.
Para astronom menggunakan teleskop surya atau filter khusus saat menatap matahari saat mengalami gerhana.
Spesialis mata di College of Optometrists mengingatkan bahwa ada beberapa warga yang mengalami kebutaan dan kerusakan mata permanen akibat menatap langsung gerhana matahari. (Ism)
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?