Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
Foto: Unsplash
DREAM.CO.ID – Meta mengumumkan bahwa WhatsApp akan membuka fitur baru yang memungkinkan pengguna di Eropa mengirim pesan ke aplikasi lain. Langkah ini dilakukan untuk memenuhi aturan Digital Markets Act atau DMA yang mewajibkan layanan pesan besar bisa terhubung dengan aplikasi pihak ketiga.
Fitur ini disebut third-party chats. Dengan fitur tersebut, pengguna WhatsApp dapat berkomunikasi dengan orang yang memakai aplikasi lain selama aplikasi tersebut memilih untuk terhubung ke sistem WhatsApp.
Meta menyatakan bahwa BirdyChat dan Haiket menjadi dua aplikasi pertama yang mendukung fitur ini.
Meta menjelaskan bahwa peluncuran dimulai setelah melalui berbagai uji coba dalam beberapa bulan terakhir. Pengguna WhatsApp yang berada di wilayah Eropa dan memilih untuk mengaktifkan fitur ini bisa mengirim pesan teks, foto, pesan suara, video, dan berbagai jenis file ke pengguna aplikasi lain.
Untuk fitur membuat grup lintas aplikasi, Meta mengatakan itu akan tersedia setelah layanan pihak ketiga siap mendukungnya.
Meta memastikan bahwa interoperabilitas ini tetap memakai sistem keamanan end-to-end encryption atau E2EE seperti yang digunakan WhatsApp selama ini. DMA juga mengharuskan aplikasi pihak ketiga memakai tingkat enkripsi yang sama jika ingin terhubung dengan WhatsApp.
© Dream
Meta menambahkan bahwa proses mengaktifkan fitur ini dibuat sesederhana mungkin. WhatsApp akan menampilkan penjelasan sebelum pengguna memilih untuk mengaktifkannya, termasuk perbedaan antara obrolan biasa dan obrolan dengan aplikasi lain. Pengguna bebas menyalakan atau mematikan fitur kapan saja.
Menurut Meta, interoperabilitas ini merupakan hasil kerja sama lebih dari tiga tahun dengan berbagai aplikasi pesan di Eropa dan Komisi Eropa. Fokus Meta adalah memenuhi aturan yang berlaku sambil tetap mempertahankan perlindungan privasi pengguna.
Selama beberapa bulan ke depan, pengguna WhatsApp di seluruh wilayah Eropa akan mulai melihat pemberitahuan baru di bagian pengaturan. Pemberitahuan tersebut akan berisi penjelasan tentang cara mengaktifkan third-party chats serta apa saja yang bisa dilakukan dengan fitur tersebut.
Meta mengatakan bahwa mereka akan memberikan pembaruan secara berkala mengenai fitur ini. Perusahaan juga berencana menambah lebih banyak aplikasi yang bisa terhubung dengan WhatsApp sesuai kewajiban DMA.
Advertisement
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?