Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jangan Lupa Mengganti Oli Motor, Ya, Sahabat Dream. (Foto: Shutterstock)
Dream - Sepeda motor sering digunakan untuk bepergian. Bentuknya yang ringkas membuat kendaraan ini mudah menyelinap di tengah kemacetan. Tak heran, kuda besi ini menjadi idola.
Jangan lupa, kamu harus selalu menyayangi motor dan merawatnya dengan rutin. Selain servis, perawatan rutin lainnya yang tak boleh diabaikan adalah ganti oli mesin setiap perjalanan 1.500.4000 km. Usahakan jangan sampai terlambat mengganti oli mesin.
Bagaimana kalau terlambat ganti oli mesin?
Dikutip dari Suzuki, Jumat 8 Maret 2019, pada dasarnya oli mesin harus diganti setiap 1.500-4.000 km. Jika melebihi itu, kamu harus cepat-cepat menggantinya.
Ada batas toleransi di mana kamu bisa saja menunda penggantian batas oli, yaitu 500-1.000 km.
Jika melewati itu, ya, kamu harus segera menggantinya. Jika mengganti oli mesin dalam masa toleransi, kamu pun wajib mengecek kembali semua komponen mesin.
Kalau anjuran ini diabaikan, ada banyak hal buruk yang bisa terjadi, seperti di bawah ini:
Pertama, kerusakan komponen dalam yang lebih parah. Kerusakan ini bisa membuat motor turun mesin. Biaya servis yang dikeluarkan tentu saja akan jauh lebih mahal.
Kedua, performa oli yang sudah turun kualitasnya akan membuat performa motor jadi berkurang. Misalnya, tenaga dan tarikannya jadi berkurang.
Ketiga, konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Kerugian ini besar karena konsumsi bahan bakar besar, tapi performa kendaraan tidak maksimal.
Keempat, mesin motor cepat panas dan berisiko ceket atau piston terjebak dalam cylinder pump.
Kalau dihitung-hitung, terlambat ganti oli mesin justru akan merugikan kamu. Harga servis motor akan lebih besar daripada oli mesin. Jangan lupa untuk selalu menggunakan oli mesin berkualitas tinggi. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya