Ilustrasi
Dream - Sebanyak 692 penerbangan batal mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Bandara tersibuk di Indonesia ini berhenti beroperasi sampai Kamis, 5 November 2015.
Penutupan dipicu efek hembusan vulkanik dari letusan Gunung Barujari, anak Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat (NTB).
" Jadi hari ini Bandara kembali ditutup hingga Kamis besok, 5 November pukul 08.45 WITA," kata General Manajer PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Trikora Harjo, Rabu 4 November 2015.
Triko mencatat, sejak kemarin hingga penutupan Bandara besok, setidaknya akan ada pembatalan 692 jadwal penerbangan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 183 merupakan jadwal kedatangan penerbangan domestik dan 189 keberangkatan domestik yang batal berangkat.
Sementara untuk penerbangan internasional tercatat ada 157 kedatangan dan 163 keberangkatan yang batal terbang.
Hingga saat ini, pengelola Bandara Ngurai Rai belum bisa merinci total kerugian yang dialami maskapai maupun pihak Bandara. Namun diperkirakan tidak akan ada kerugian berarti mengingat para penumpang hanya bergeser hari keberangkatan.
Namun diakui Trikora, telah terjadi sedikit penumpukan penumpang di Bandara. Seraya memastikan, penumpukan itu takkan sampai menimbulkan kepadatan besar karena telah ada upaya antisipasi.
" Sementara ini ada (penumpukan penumpang). Tapi bisa berjalan dengan lancar karena koordinasi kami dengan pihak maskapai, airlines berjalan lancar," demikian Trikora.
Sebelumnya, pada Selasa bandara juga sempat ditutup mulai pukul 19.30 WITA hingga 23.30 WITA. Namun, lantaran cuaca masih buruk, penutupan bandara diperpanjang hingga pukul 08.45 WITA pagi tadi. Namun, katanya, melihat prospek cuaca yang tak kunjung baik maka penutupan kembali diperpanjang hingga esok hari.
(Ism, Laporan: Berry Putra)